KaMedia – Langkah konkret dilakukan Khofifah Indar Parawansa untuk meredam beban ekonomi pekerja sektor informal. Sebanyak 200 pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sidoarjo menerima BBM subsidi jenis Pertalite gratis, masing-masing 3 liter, Rabu (8/4).
Aksi ini bukan sekadar simbolis. Di tengah pendapatan ojol yang fluktuatif, bantuan langsung seperti BBM dan sembako menjadi “nafas tambahan” bagi operasional harian mereka.
“Ini bagian dari kebersamaan. Kami ingin hadir langsung memberi dukungan kepada para pengemudi ojol,” ujar Khofifah.
Selain BBM, paket sembako juga dibagikan untuk membantu kebutuhan rumah tangga para penerima. Pemprov Jatim ingin memastikan kehadiran negara terasa di lapisan pekerja yang paling terdampak dinamika ekonomi.
Di sisi lain, Khofifah menegaskan kondisi energi di Jawa Timur masih aman. Ia memastikan stok BBM dan LPG terkendali, namun tetap mengingatkan masyarakat agar menggunakan energi secara bijak sesuai aturan.
“Stok BBM aman. Tapi penggunaannya harus sesuai batas. Kendaraan pribadi maksimal 50 liter per hari, LPG 3 kg untuk UMKM maksimal 15 tabung per bulan,” tegasnya.
Bagi para ojol, bantuan ini terasa langsung dampaknya. Di tengah turunnya pendapatan, biaya bahan bakar menjadi salah satu beban terbesar.
“Ini sangat membantu. Pendapatan kami sedang turun, jadi bantuan seperti ini sangat berarti,” ujar Aman Raharjo, salah satu pengemudi.
Hal senada disampaikan pengemudi lainnya yang menilai perhatian pemerintah ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap pekerja lapangan.
Langkah Gubernur Khofifah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa intervensi kecil namun tepat sasaran dapat memberi dampak besar, menjaga roda ekonomi tetap berputar dari level paling bawah.











