HeadlineJatimPemerintahan

Ramadan Penuh Berkah di Gresik: Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,6 Miliar untuk Warga Rentan

×

Ramadan Penuh Berkah di Gresik: Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp7,6 Miliar untuk Warga Rentan

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Suasana Pendopo Kabupaten Gresik siang itu terasa hangat. Di tengah bulan suci Ramadan, ratusan warga dari berbagai latar belakang berkumpul—mulai lansia, penyandang disabilitas, hingga para pendamping sosial. Mereka datang dengan satu harapan yang sama: mendapat perhatian dan dukungan di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan.

Di tempat itulah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melanjutkan rangkaian Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Pada titik ke-15 kegiatan tersebut, bantuan sosial senilai Rp7,6 miliar disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Gresik, Jumat (13/3).

Bagi Khofifah, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan. Ia menyebut bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghadirkan perlindungan sosial sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Ini adalah Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-15. Kita berharap seluruh bantuan benar-benar tepat sasaran dan digunakan sebagaimana mestinya,” kata Khofifah di hadapan para penerima manfaat.

Sebagian bantuan memang bersifat langsung untuk membantu kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Namun sebagian lainnya diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi, misalnya melalui penguatan modal usaha.

Total bantuan Rp7,6 miliar tersebut berasal dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jawa Timur serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dari Dinas Sosial Jawa Timur saja, bantuan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp3,4 miliar. Bantuan itu meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lebih dari seribu keluarga penerima manfaat, bantuan bagi warga dalam kategori kemiskinan ekstrem, hingga dukungan bagi penyandang disabilitas.

Tidak hanya itu, bantuan juga diberikan kepada para “pilar sosial”, mereka yang selama ini bekerja langsung mendampingi masyarakat. Mulai dari pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Bagi Khofifah, peran mereka sering kali tidak terlihat, tetapi sangat penting dalam memastikan bantuan negara benar-benar sampai ke masyarakat.

Selain bantuan sosial, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan untuk penguatan desa. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, berbagai program digulirkan, seperti penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Program Desa Berdaya, hingga Program Jatim Puspa.

Total bantuan untuk program desa ini mencapai ratusan juta rupiah dan menyasar sejumlah desa di Gresik. Tak berhenti di situ, bantuan keuangan desa juga disalurkan melalui berbagai perangkat daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pertanian, hingga kawasan permukiman.

Sebagai pelengkap, Khofifah juga menyerahkan bantuan 250 drum aspal untuk mendukung perbaikan jalan kabupaten, hal yang diharapkan dapat memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap warganya.Menurutnya bantuan tersebut tidak hanya memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat serta pembangunan di tingkat desa.

“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas dukungan yang luar biasa kepada masyarakat Gresik. Bantuan ini sangat bermanfaat dan langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan menilai sejumlah program yang dibawa Pemprov Jawa Timur bisa menjadi inspirasi bagi pemerintah kabupaten untuk dikembangkan lebih luas hingga ke desa-desa.