KaMedia – Di tengah panjangnya perjalanan mudik, lelah sering kali datang tanpa diundang. Namun kini, para pemudik di Jawa Timur punya lebih banyak tempat untuk beristirahat, bukan di terminal atau rest area semata, tetapi di masjid yang membuka pintunya dengan hangat.
Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” resmi diluncurkan oleh Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Masjid Jami’ Baitussalam Probolinggo, Selasa (17/3).
Bagi banyak orang, masjid selama ini adalah tempat untuk bersujud. Namun melalui program ini, masjid ingin kembali ke makna yang lebih luas, menjadi rumah singgah bagi siapa saja yang sedang dalam perjalanan.
Sekretaris PW DMI Jatim, Suhadi, menyebut bahwa ribuan masjid yang tersebar di Jawa Timur adalah kekuatan besar yang bisa membantu para pemudik.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat pelayanan umat. Kami ingin pemudik merasa aman dan nyaman saat beristirahat di masjid,” ujarnya.
Melalui gerakan ini, masjid-masjid didorong untuk menyediakan fasilitas sederhana namun bermakna: tempat istirahat yang bersih, air minum, sanitasi yang layak, hingga area parkir yang aman. Beberapa bahkan diharapkan mampu menyediakan informasi jalur mudik dan layanan kesehatan ringan.
Bagi pemudik, hal-hal kecil seperti itu bisa terasa sangat besar. Sekadar melepas lelah, menunaikan salat dengan tenang, atau duduk sejenak tanpa rasa khawatir, semua menjadi bagian dari perjalanan pulang yang lebih manusiawi.
Program ini juga mengajak pengurus masjid untuk memperkuat gotong royong. Mulai dari menjaga kebersihan, hingga berkoordinasi dengan relawan, tenaga kesehatan, dan aparat keamanan setempat.
Di balik semua itu, ada semangat yang ingin dihidupkan kembali bahwa masjid adalah milik umat, tempat di mana siapa pun bisa merasa diterima.
Ketika ribuan kendaraan melintas membawa rindu menuju kampung halaman, masjid-masjid di Jawa Timur kini bersiap menjadi tempat singgah. Bukan sekadar persinggahan fisik, tetapi juga ruang untuk menenangkan hati.
Sebab pada akhirnya, perjalanan mudik bukan hanya tentang sampai tujuan, tetapi juga tentang bagaimana setiap langkah di perjalanan terasa lebih aman, nyaman, dan penuh keberkahan.











