HeadlineNasional

KH Miftachul Akhyar Kembali Dipilih sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031, Obor Tradisi NU Tetap Menyala

×

KH Miftachul Akhyar Kembali Dipilih sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031, Obor Tradisi NU Tetap Menyala

Sebarkan artikel ini
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026–2031 / Foto : Istimewa.

KaMedia – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026–2031.

Penetapan tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat sembilan ulama Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) pada Minggu malam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Meski belum diumumkan secara resmi, kabar terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar telah menyebar luas di kalangan muktamirin.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu bukan sosok asing dalam perjalanan panjang tradisi keilmuan NU. Sanad keilmuannya ditempa sejak usia delapan tahun, bermula dari Bahrul Ulum Tambakberas, kemudian berlanjut ke Rejoso, Sidogiri, hingga Lasem.

Jejak pengabdiannya juga membentang di tingkat nasional. KH Miftachul Akhyar pernah dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan memilih mundur untuk menghindari rangkap jabatan. Pada 2025, ia juga dianugerahi Bintang Mahaputera Utama.

Kini, kembalinya KH Miftachul Akhyar ke kursi Rais Aam, terlebih setelah dipilih di tanah kelahiran para muassis NU, membawa makna simbolik yang kuat.

Ini bukan sekadar pergantian atau keberlanjutan kepemimpinan. Ia menjadi penanda bahwa NU memilih kembali meneguhkan akar tradisi dan sanad keilmuannya.

Dari Tambakberas, tempat jejak para ulama dirawat, obor tradisi NU memasuki abad kedua dengan nyala yang kembali diteguhkan

Tag:
Penulis: WawanEditor: Ferdiansyah