HeadlineJatim

Jalan Rusak Diduga Dampak Truk Pabrik, Warga Manyar Pasang Spanduk Protes

×

Jalan Rusak Diduga Dampak Truk Pabrik, Warga Manyar Pasang Spanduk Protes

Sebarkan artikel ini
Jalan rusak dikawasan Pucang Sidoarjo diduga karena kendaran berat yang melintas. / Foto : Fifin Jun

KaMedia – Keresahan warga Manyar, Kelurahan Pucang, akhirnya memuncak. Jalan lingkungan yang rusak parah dan berlubang diduga akibat lalu lalang kendaraan berat milik perusahaan di sekitar permukiman.

Tak ingin terus dirugikan, warga mengambil langkah tegas. Pada Selasa malam, mereka membentangkan spanduk berisi peringatan keras di sekitar akses keluar masuk pabrik. Aksi ini menjadi bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan.

Warga menuding, aktivitas truk bermuatan besar yang rutin keluar masuk kawasan industri menjadi penyebab utama kerusakan jalan. Selain mengganggu kenyamanan, lubang-lubang di jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Ketua RW 02, Heru Prasetyo, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah berulang kali melakukan komunikasi dengan perusahaan terkait. Namun, solusi yang diharapkan belum juga terealisasi secara maksimal.

“Kami sudah sering datang dan berkoordinasi. Tujuannya jelas, agar ada tanggung jawab bersama menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemasangan spanduk bukan sekadar aksi spontan, melainkan bentuk kepedulian warga, khususnya pemuda karang taruna, terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

“Ini bentuk kepedulian anak-anak muda agar tidak ada korban berikutnya,” tambahnya.

Menanggapi tekanan warga, pihak perusahaan akhirnya bergerak cepat. Perbaikan dilakukan dengan menutup lubang-lubang jalan. Namun, metode yang digunakan justru menuai kritik karena hanya menggunakan material pasir yang dinilai tidak tahan lama.

Perwakilan perusahaan, Kasiati, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal untuk menangani kerusakan tersebut.

“Kami sudah mengkondisikan jalan untuk segera diperbaiki. Sudah ada pihak yang akan mengurus dan memperbaiki,” jelasnya.

Ia juga berjanji akan berkoordinasi lebih lanjut dengan manajemen perusahaan untuk menghadirkan perbaikan yang lebih permanen.

Meski ada respons cepat, warga berharap perbaikan tidak dilakukan setengah hati. Mereka menuntut solusi jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam, agar jalan kembali aman dan layak digunakan.