KaMedia– Kepergian Widodo C Putro dari kursi pelatih kepala Deltras FC memaksa manajemen bergerak cepat. Tanpa berlama-lama, klub berjuluk The Lobster itu langsung menunjuk talenta lokal, Nurul Huda, sebagai pelatih caretaker.
Langkah ini menjadi sinyal tegas: Deltras memilih mempercayakan tim kepada putra daerah di tengah kompetisi Liga 2 Indonesia yang masih berjalan. Selain Nurul Huda, nama Hariono turut masuk dalam jajaran tim kepelatihan.
Tak hanya di bench, wajah-wajah lokal juga mendominasi struktur tim. M. Kusen, Agung Prasetyo, hingga Rendy Irwan yang kini menjabat Direktur Teknik Akademi, menjadi bagian dari strategi besar klub untuk memaksimalkan potensi daerah.
CEO Deltras, Amir Burhanudin, menegaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa alasan. Manajemen ingin memberi ruang lebih besar bagi talenta Sidoarjo untuk berkembang sekaligus membawa prestasi bagi klub.
“Ini adalah talenta yang Sidoarjo miliki. Kalau bukan Deltras yang memberi kesempatan dan portofolio, siapa lagi?” tegasnya, Selasa (1/4).
Deltras kini tidak sekadar melakukan pergantian pelatih, tetapi juga mengubah arah kebijakan, membangun tim berbasis identitas lokal. Integritas, pengalaman, dan kedekatan dengan kultur sepak bola daerah diyakini menjadi modal untuk mengangkat performa tim di sisa musim.
Langkah berani ini sekaligus menjadi ujian, apakah sentuhan putra daerah mampu menjawab tantangan dan membawa Deltras kembali bersaing di papan atas.











