HeadlineJatim

Belum Sepekan Dibuka, Alun-Alun Sidoarjo Rusak di Sejumlah Titik

×

Belum Sepekan Dibuka, Alun-Alun Sidoarjo Rusak di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini
Kondisi Alun- Alun Sidoarjo yang mengalami beberapa titik kerusakan pasca dibuka selama sepekan / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Alun-alun Sidoarjo yang baru dibuka kurang dari sepekan sudah menunjukkan kerusakan di sejumlah bagian. Hasil pantauan di lokasi, Rabu (4/2), menemukan lapisan karet wahana lompatan anak rusak, memudar, dan mengelupas. Selain itu, papan informasi larangan merokok terlepas dari tiang penyangganya.

Kerusakan juga terjadi di area Paseban. Sejumlah keramik lantai tampak pecah dan retak. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengaitkan kerusakan tersebut dengan aktivitas latihan baris-berbaris (PBB) siswa sekolah dasar.

Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menyesalkan kerusakan yang terjadi. Ia menyebut, keramik Paseban pecah akibat latihan PBB tongkat oleh siswa SDN Pucang III.

“Sepertinya, minta ganti oleh mereka,” ujar Vira, Rabu (4/2).

Berdasarkan video yang beredar, tongkat PBB terlihat menghantam lantai Paseban secara berulang. Aktivitas tersebut diduga kuat menjadi penyebab pecahnya keramik. Video itu kemudian viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sementara itu, Kepala SDN Pucang III, Aisyah, mengaku terkejut setelah video tersebut diunggah akun media sosial DLHK. Ia menyatakan pihak sekolah tidak mengetahui adanya aturan baru terkait penggunaan area Paseban pascarevitalisasi alun-alun.

Menurutnya, sebelum renovasi, area tersebut memang kerap digunakan siswa untuk latihan. Karena itu, ia menilai ketidaktahuan sekolah seharusnya disikapi dengan teguran, bukan tuntutan ganti rugi.

“Kami mendidik siswa, uang dari mana untuk ganti rugi,” ujarnya.

Aisyah menegaskan pihaknya tidak menolak ditegur, namun keberatan jika diminta bertanggung jawab secara materiil. Ia menilai DLHK seharusnya lebih dulu melakukan sosialisasi aturan penggunaan fasilitas alun-alun yang baru.

“Seharusnya ada sosialisasi terlebih dahulu,” katanya.