Jatim

Belajar Bersama Hadapi Gempa, PLN UIT JBM dan BPBD Gresik Bangun Desa Tanjung Jadi Desa Siaga Bencana

×

Belajar Bersama Hadapi Gempa, PLN UIT JBM dan BPBD Gresik Bangun Desa Tanjung Jadi Desa Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Di pendopo Desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, suasana pagi Rabu (7/1/2026) terasa berbeda. Puluhan warga duduk melingkar, menyimak, berdiskusi, dan sesekali berdiri untuk mempraktikkan langkah penyelamatan diri. Hari itu, listrik bukan satu-satunya hal penting yang dibicarakan. Keselamatan jiwa menjadi fokus utama.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggandeng BPBD Kabupaten Gresik dan BPBD Jawa Timur untuk menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap bencana gempa bumi bertema Desa Siaga Bencana.

Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian program sosial PLN UIT JBM di awal tahun 2026, yang ditujukan bagi warga di sekitar aset penyaluran listrik. Lebih dari 50 peserta yang terdiri dari pengurus RT, RW, serta lembaga kemasyarakatan Desa Tanjung tampak antusias mengikuti setiap tahapan simulasi.

Tidak hanya mendengar teori, warga diajak mempraktikkan langsung langkah-langkah penyelamatan saat gempa terjadi—mulai dari melindungi diri, mencari titik aman, hingga evakuasi mandiri. Pendekatan ini membuat materi kebencanaan terasa dekat dan mudah dipahami.

Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Drs. Sukardi, M.M., menjelaskan bahwa wilayah Gresik memiliki risiko kebencanaan yang tidak bisa dianggap ringan.

“Gresik dilewati empat sesar aktif, yakni Gresik–Surabaya–RMKS–Muria (Tuban). Struktur tanah di Gresik Selatan juga tergolong lembek. Jika terjadi gempa di atas 5 skala Richter, ada potensi tanah ambles,” ungkapnya.

Penjelasan tersebut membuat warga semakin menyadari pentingnya kesiapsiagaan sejak dini, bukan hanya mengandalkan bantuan saat bencana terjadi.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran PLN di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga mitra dalam membangun ketahanan sosial.

“Program TJSL ini kami susun agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga. Simulasi tanggap gempa ini adalah bagian dari rangkaian Desa Tanggap Bencana yang sudah kami rencanakan sejak akhir 2025,” ujar Ika.

Ia menambahkan, PLN UIT JBM juga telah menyiapkan program lanjutan berupa pipanisasi dan penyaluran air bersih di Desa Tanjung sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana kekeringan.

“Kami berharap upaya ini bisa meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan pada akhirnya mengurangi risiko dampak bencana bagi masyarakat,” lanjutnya.

Melalui program Desa Siaga Bencana, PLN UIT JBM menegaskan perannya tidak hanya menjaga keandalan sistem transmisi listrik di Jawa Timur dan Bali, tetapi juga ikut menyalakan kesadaran dan kesiapan masyarakat menghadapi risiko bencana.