KaMedia – Bagaimana menjaga pasokan listrik tetap handal sekaligus mengakselerasi transisi menuju energi bersih? Jawabannya ditemukan oleh para calon pemimpin masa depan peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) saat melakukan kunjungan Business Immersion ke PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta.
PLN terpilih sebagai satu dari 10 BUMN strategis yang ditunjuk untuk membagikan proses bisnis dan tantangan strategisnya. Sebanyak 40 peserta P3MD Fase 2 Business & Leadership Class yang diselenggarakan oleh PT Danantara Asset Management ini diterjunkan langsung untuk mempelajari bagaimana teknologi modern, pengelolaan aset skala besar, dan strategi transisi energi dieksekusi di lapangan.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai kompleksitas industri energi sangat krusial bagi kepemimpinan masa depan.
“Transisi energi bukan hanya persoalan teknologi di atas kertas, melainkan bagaimana strategi diterjemahkan menjadi keputusan operasional yang tepat. Di PLN Nusantara Power, kami memastikan pembangkit beroperasi secara andal, efisien, dan aman, sembari terus mengembangkan inovasi untuk mendesak hadirnya energi yang lebih bersih,” ujar Ari.
Salah satu magnet utama dalam kunjungan ini adalah fasilitas Green Hydrogen Plant (GHP) di kawasan Muara Karang. Fasilitas ini menjadi bukti konkret PLN NP dalam memelopori ekosistem hidrogen hijau di Indonesia, baik untuk kebutuhan pembangkitan, transportasi, maupun integrasinya dengan energi terbarukan.
Selain hidrogen hijau, para peserta dipaparkan pada berbagai solusi energi berkelanjutan lainnya, seperti, pengembangan inovasi berbasis Alga untuk penyerapan emisi dan solusi hijau masa depan, Nusantara Control Center (NuCC). Wujud transformasi digital perusahaan dalam memantau dan mengoptimalkan sistem ketenagalistrikan secara real-time, dan Proyek Unggulan Nasional. Pembelajaran dari proyek PLTS Terapung Cirata sebagai ikon energi terbarukan PLN NP.
Tidak hanya belajar secara konseptual, peserta diajak langsung melakukan site visit ke PLTGU Blok 3. Mereka melihat firsthand bagaimana keterkaitan komponen utama—mulai dari ruang kendali (control room), turbin gas, Heat Recovery Steam Generator (HRSG), turbin uap, hingga pengelolaan sistem proteksi dan jaringan listrik, berkerja tanpa henti menyuplai listrik bagi masyarakat.
Pengelolaan pemeliharaan aset, budaya keselamatan kerja (K3), serta tata kelola risiko operasional juga menjadi materi inti guna menunjukkan bagaimana nilai (value) dan keandalan perusahaan dijaga secara berkelanjutan.
TB Ari Wibawa Mukti menambahkan bahwa kepemimpinan masa depan menuntut kemampuan berpikir lintas sektor dan mengeksekusi strategi secara langsung di lapangan.
“Kami berharap pengalaman ini memperkaya perspektif peserta. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, kemampuan berkolaborasi, dan keberanian menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan,” tutupnya.
Melalui program Business Immersion P3MD ini, PLN Nusantara Power kembali menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pilar penyedia listrik nasional, tetapi juga sebagai wadah pembelajaran strategis dalam menghubungkan inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kepemimpinan BUMN di masa depan











