EkonomiHeadlineSurabaya

OTP KAI Daop 8 Surabaya Tembus 99,88 Persen, Pelanggan Naik 17 Persen

×

OTP KAI Daop 8 Surabaya Tembus 99,88 Persen, Pelanggan Naik 17 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketepatan waktu perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus menunjukkan peningkatan, sehingga jumlah penumpang mengalami kenaikan / Foto : KAI Sby

KaMedia – Ketepatan waktu perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus menunjukkan peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat On Time Performance (OTP) keberangkatan mencapai 99,88 persen pada Agustus 2026, naik dari 99,13 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif juga terlihat pada sisi kedatangan. OTP kedatangan pada Agustus 2026 mencapai 96,38 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang berada di angka 96,14 persen.

Capaian tersebut menjadi semakin signifikan karena diraih saat jumlah pelanggan mengalami pertumbuhan cukup tajam. Sepanjang Agustus 2026, KAI Daop 8 Surabaya melayani 1.142.683 pelanggan, atau meningkat sekitar 17 persen dibandingkan 980.741 pelanggan pada Agustus 2025.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan ketepatan waktu tersebut ditopang kesiapan berbagai unsur operasional. Mulai dari sarana dan prasarana, kondisi jalur, persinyalan, pengaturan perjalanan, hingga pelayanan di stasiun terus dipantau untuk memastikan operasional berjalan sesuai prosedur.

” Capaian OTP merupakan hasil dari kesiapan dan koordinasi berbagai unsur operasional. Setiap aspek harus dipastikan berjalan sesuai prosedur agar perjalanan dapat berlangsung aman dan tepat waktu. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasional,” ujar Mahendro.

Di wilayah Daop 8 Surabaya, operasional kereta api didukung jaringan jalur sepanjang sekitar 498 kilometer dengan 58 perjalanan kereta api setiap hari. Dengan intensitas perjalanan tersebut, keandalan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketepatan waktu.

KAI secara berkala melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi sarana, jalur, prasarana, serta sistem persinyalan. Pengaturan perjalanan juga dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat berdampak pada perjalanan kereta api.

Menurut Mahendro, ketepatan waktu tidak berdiri sendiri. Setiap perjalanan merupakan bagian dari rangkaian operasional yang saling berkaitan. Gangguan pada satu titik dapat berdampak pada perjalanan berikutnya sehingga koordinasi dan pemantauan harus dilakukan secara konsisten.

” Mulai dari kesiapan sarana, pemeriksaan jalur dan persinyalan, pengaturan perjalanan, hingga pelayanan di stasiun, seluruhnya memiliki peran dalam menjaga ketepatan waktu. Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi perjalanan,” jelasnya

Meski mengejar ketepatan waktu, KAI tetap menempatkan keselamatan sebagai dasar setiap keputusan operasional. Jika ditemukan kondisi yang berpotensi mengganggu perjalanan, penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus keandalan perjalanan.

” Ketepatan waktu memberikan kepastian bagi pelanggan, terutama bagi mereka yang memiliki agenda lanjutan setelah tiba di tujuan. Karena itu, peningkatan keandalan perjalanan terus dilakukan tanpa mengurangi standar keselamatan,” tambah Mahendro.

Di sisi pelanggan, KAI mengimbau agar masyarakat turut mendukung kelancaran operasional. Pelanggan diharapkan datang lebih awal ke stasiun, memastikan kembali jadwal perjalanan, menyiapkan tiket dan barang bawaan, serta mengikuti ketentuan dan arahan petugas.

” Kami mengajak pelanggan untuk bersama-sama menjaga kelancaran perjalanan dengan mematuhi ketentuan dan arahan petugas. Dengan dukungan seluruh pihak, perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu,” tutup Mahendro.