EkonomiHeadlineJatimNasional

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Tuban, Buka Ruang Pertumbuhan Industri hingga 526 MVA

×

PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Tuban, Buka Ruang Pertumbuhan Industri hingga 526 MVA

Sebarkan artikel ini
PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Tuban melalui penyelesaian proyek Rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban–Kerek Line #2. / Foto : PLN.

KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan ketersediaan pasokan listrik yang andal. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan fondasi energi yang mampu menopang aktivitas ekonomi, investasi, dan pengembangan kawasan industri di Jawa Timur.

Momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 menjadi semakin istimewa bagi PLN UIT JBM. Pada 4 September 2026, PLN berhasil menyelesaikan dan melakukan energize Rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban–Kerek Line #2 yang terhubung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tuban.

Capaian tersebut melanjutkan keberhasilan PLN melakukan energize pada SUTT 150 kV Tuban–Kerek Sirkuit 1 pada 12 Agustus 2026. Dengan selesainya pekerjaan rekonduktoring pada kedua sirkuit dengan panjang jaringan masing-masing 13,822 kilometer sirkit (kms), PLN kini memiliki kapasitas penyaluran yang lebih besar sekaligus sistem transmisi yang semakin andal untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di Tuban dan sekitarnya.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan penguatan jaringan transmisi merupakan langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik, khususnya dari sektor industri, dapat diimbangi dengan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan.

” Pertumbuhan industri membutuhkan kepastian energi. Karena itu, penguatan jaringan transmisi bukan hanya persoalan teknis ketenagalistrikan, tetapi merupakan bagian dari upaya PLN menciptakan ekosistem yang mendukung investasi dan aktivitas ekonomi. Rekonduktoring ini kami lakukan secara tepat sasaran untuk mengakomodasi peningkatan beban pada jaringan eksisting sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, khususnya pelanggan industri di wilayah Tuban,” ujar Ika.

Menurut Ika, kebutuhan penguatan sistem semakin relevan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri di Tuban, termasuk rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan estimasi kebutuhan daya mencapai 260 MVA.

Setelah rekonduktoring, kapasitas penyaluran SUTT 150 kV Tuban–Kerek meningkat hingga sekitar 1.500 Ampere. Peningkatan tersebut memperbesar ruang PLN dalam melayani pertumbuhan beban sekaligus memperkuat keandalan pasokan listrik bagi pelanggan eksisting maupun calon pelanggan baru.

” Dengan kapasitas penyaluran yang meningkat hingga kurang lebih 1.500 Ampere, PLN semakin siap menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik di wilayah ini. Berdasarkan proyeksi, sistem kelistrikan kami dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan beban hingga mencapai 526 MVA pada 2028,” jelas Ika.

Penguatan transmisi Tuban–Kerek memiliki arti strategis karena kebutuhan energi listrik merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan operasional industri sekaligus pertimbangan dalam pengembangan investasi.

Dengan kapasitas jaringan yang lebih besar dan keandalan sistem yang semakin kuat, PLN dapat memberikan kepastian kapasitas listrik yang dibutuhkan industri untuk meningkatkan produksi, melakukan ekspansi, maupun mengembangkan kegiatan usaha baru.

” Bagi kami, listrik adalah enabler bagi pertumbuhan ekonomi. Ketika industri tumbuh, kebutuhan listrik ikut meningkat. Tugas PLN adalah memastikan infrastrukturnya siap terlebih dahulu, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir terhadap kesiapan pasokan ketika melakukan ekspansi,” tutur Ika.

Ia menambahkan, penyelesaian proyek ini menjadi salah satu bentuk nyata PLN dalam menerjemahkan semangat Hari Pelanggan Nasional melalui peningkatan kualitas layanan dari sisi kapasitas, keandalan, dan kesiapan sistem.

” Momentum Hari Pelanggan Nasional tahun ini menjadi semakin istimewa dengan selesainya pekerjaan ini. Ini adalah salah satu kado dari PLN UIT JBM untuk pelanggan kami. Kami ingin memastikan bahwa ketika pelanggan berkembang, PLN juga tumbuh bersama mereka dengan menyediakan infrastruktur listrik yang semakin andal dan siap mendukung kebutuhan mereka,” tambah Ika.

Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi, mengapresiasi penyelesaian Rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2. Menurutnya, pembangunan dan penguatan jaringan transmisi merupakan bagian penting dari peran PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

” Terlaksananya Rekonduktoring SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan meningkatnya kapasitas penyaluran tenaga listrik, kami berharap PLN dapat memberikan customer experience yang semakin baik kepada pelanggan, khususnya pelanggan industri dan pelanggan tegangan tinggi di wilayah Tuban dan sekitarnya,” ujar Anton.

Dalam pengerjaannya, PLN UIT JBM memastikan seluruh tahapan, mulai dari penarikan konduktor baru, pengujian instalasi hingga energize, dilakukan secara terencana dan dengan pengawasan ketat. Seluruh personel juga diwajibkan mematuhi SOP ketenagalistrikan dan menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Seluruh rangkaian pekerjaan berhasil diselesaikan dengan zero accident.

Dengan beroperasinya SUTT 150 kV Tuban–Kerek Line #2 hasil rekonduktoring, PLN UIT JBM semakin siap menghadapi pertumbuhan kebutuhan listrik kawasan industri Tuban. Penguatan infrastruktur ini diharapkan memberikan kepastian pasokan listrik bagi pelanggan sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan investasi dan industri baru di Jawa Timur maupun tingkat nasional.