KaMedia – Menyelamatkan masa depan seorang anak dari bayang-bayang stunting bukanlah perkara sekali jalan. Ia adalah perjalanan panjang yang menuntut ketelatenan, kasih sayang, dan komitmen yang tak boleh putus di tengah jalan.
Semangat bergerak bersama inilah yang kembali hangat terasa di gerai Alfamidi Super Panglima Sudirman, Kota Pasuruan. Di tempat ini, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) Cabang Pasuruan kembali memeluk 50 pasang orang tua dan buah hatinya dalam penyaluran tahap keempat Program Protein Cegah Stunting.
Hingga saat ini, tak kurang dari 12.000 butir telur telah diketuk-tularkan sebagai ikhtiar sederhana namun bermakna besar demi perbaikan gizi anak-anak di Pasuruan.
Bagi para orang tua yang hadir, 60 butir telur yang mereka bawa pulang setiap bulannya bukan sekadar bantuan pangan biasa. Di balik cangkang telur tersebut, ada harapan agar buah hati mereka tumbuh lebih tinggi, lebih sehat, dan lebih ceria.
Branch Manager Alfamidi Cabang Pasuruan, Deni Firmanto, memahami betul bahwa urusan tumbuh kembang anak tidak bisa diselesaikan dengan cara instan.
“Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan butuh dekapan dukungan yang berkelanjutan. Lewat program ini, kami ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan protein yang cukup, tanpa jeda, agar mereka bisa tumbuh dengan optimal,” ungkap Deni dengan penuh ketulusan.
Harapan para orang tua ini dijaga bersama oleh para tenaga kesehatan dari Puskesmas Kebonagung, Puskesmas Kebonsari, dan Puskesmas Sekargadung yang setia memantau timbangan dan tinggi badan anak-anak setiap bulannya.
Hapsari Widowati, seorang pendamping program dari UPT Puskesmas Kebonagung, menceritakan betapa berartinya intervensi gizi yang konsisten seperti ini bagi dapur para keluarga penerima manfaat.
“Intervensi gizi seperti ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan protein anak. Dengan konsumsi telur yang rutin dan pola asuh makan yang baik, kita bisa melihat binar pertumbuhan anak-anak ini menjadi semakin optimal,” tutur Hapsari penuh optimisme.
Suasana hangat di gerai Alfamidi hari itu memperlihatkan antusiasme para ibu yang saling bertukar cerita tentang perkembangan anak-anak mereka. Program yang telah berjalan selama empat bulan ini perlahan mengubah kebiasaan kecil di dalam rumah: kesadaran akan pentingnya protein hewani kini mulai tumbuh subur di benak para orang tua.
Langkah konsisten Alfamidi bersama Dinas Kesehatan Kota Pasuruan ini menjadi pengingat bagi kita semua. Bahwa untuk mencetak generasi masa depan yang kuat, terkadang kita hanya perlu memulai dari hal-hal konsisten di sekitar kita—seperti memastikan ada sebutir telur penuh gizi di piring makan setiap anak, setiap hari.





