HeadlineJatimKesehatanPemerintahan

Omah Terapi-KU Hadir di Sidoarjo, Ikhtiar Gubernur Khofifah Hadirkan Layanan Rehabilitasi Yang Humanis dan Terjangkau

×

Omah Terapi-KU Hadir di Sidoarjo, Ikhtiar Gubernur Khofifah Hadirkan Layanan Rehabilitasi Yang Humanis dan Terjangkau

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berpihak pada masyarakat rentan. Komitmen itu diwujudkan lewat peresmian inovasi layanan Omah Terapi Klien dan Umum (KU) di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo / Foto : Pemprov Jatim

KaMedia – Gubernur Khofifah kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berpihak pada masyarakat rentan. Komitmen itu diwujudkan lewat peresmian inovasi layanan Omah Terapi Klien dan Umum (KU) di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, Selasa (19/5).

Hadirnya Omah Terapi-KU menjadi angin segar bagi anak-anak dengan gangguan tumbuh kembang, penyandang disabilitas, lansia, hingga masyarakat yang membutuhkan layanan terapi dan rehabilitasi berkelanjutan dengan biaya terjangkau.

Menurut Khofifah, layanan ini dirancang bukan hanya untuk penerima manfaat di lingkungan UPT Dinas Sosial Jawa Timur, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum, khususnya keluarga dalam kategori desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Ini adalah wujud keadilan sosial dan keberpihakan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat yang membutuhkan layanan terapi dan rehabilitasi secara berkelanjutan,” ujar Khofifah.

Tak sekadar layanan biasa, Omah Terapi-KU hadir dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan humanis. Beragam layanan disiapkan, mulai fisioterapi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi untuk anak autis, hingga terapi wicara.

Program ini juga menjadi bagian dari misi Nawa Bhakti Satya melalui pilar Jatim Sejahtera, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat lewat pelayanan sosial yang adaptif dan berkelanjutan.

“Ini langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesejahteraan sosial di Jawa Timur,” tegasnya.

Saat ini, layanan Omah Terapi-KU telah siap berjalan di tiga titik layanan. Di antaranya UPT PPSAB Sidoarjo yang fokus menangani anak berkebutuhan khusus, Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo bagi orang dewasa seperti penyandang gangguan jiwa dan penderita stroke, serta UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang untuk layanan fisioterapi olahraga bagi penyandang disabilitas netra.

Tak berhenti di situ, Pemprov Jatim juga menyiapkan pengembangan layanan di empat UPT lainnya, yakni RSBD Pasuruan, RSBRW Pasuruan, RSBG Tuban, dan PSTW Jombang.

Khofifah menegaskan bahwa layanan rehabilitasi yang dibangun tidak boleh bersifat parsial. Karena itu, seluruh sistem pelayanan dirancang komprehensif agar mampu menjangkau berbagai kelompok penerima manfaat secara lebih luas.

Di UPT PPSAB Sidoarjo sendiri, saat ini tercatat ada 50 bayi dan anak yang mendapatkan pelayanan. Rinciannya, 34 anak usia 0–2 tahun, termasuk enam anak dalam proses adopsi, dua anak usia di atas lima tahun, serta 14 anak penyandang disabilitas usia enam bulan hingga 13 tahun.

Selain melayani penghuni UPT, masyarakat umum juga mulai memanfaatkan layanan ini. Hingga kini sudah tercatat 20 pendaftar yang nantinya akan mendapatkan layanan terapi gratis setiap hari Rabu.

Keberadaan Omah Terapi-KU juga lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Dukungan datang dari Poltekkes Kemenkes Surakarta melalui penguatan kapasitas SDM, tenaga ahli, hingga standar layanan profesional. Sementara PT PLN Persero turut mendukung melalui program CSR.

“PLN menjadi terang bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan layanan terapi dan rehabilitasi,” tutur Khofifah.

Dalam kesempatan itu, PLN UID Jawa Timur menyerahkan bantuan CSR senilai Rp250 juta untuk mendukung operasional layanan Omah Terapi-KU di Sidoarjo.

Khofifah berharap Omah Terapi-KU ke depan berkembang menjadi pusat layanan rehabilitasi sosial yang unggul, nyaman, profesional, sekaligus menghadirkan sentuhan kemanusiaan bagi setiap penerima manfaat.

Ia pun berpesan kepada seluruh tenaga terapis dan pendamping sosial agar melayani dengan kesabaran, empati, dan ketulusan.

“Sebab sentuhan kemanusiaan adalah bagian terpenting dalam proses pemulihan dan penyembuhan,” pungkasnya.

Headline

Kamedia – Pemkab Sidoarjo mulai melakukan sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Flyover Gedangan – Sidoarjo, Senin malam (18/05/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Gedangan itu dihadiri ratusan warga…