HeadlineJatimPemerintahan

Gubernur Khofifah Kagumi edOTEL SMKN 1 Jombang Setara Hotel Berbintang, Dorong Segera Jadi Sekolah BLUD

×

Gubernur Khofifah Kagumi edOTEL SMKN 1 Jombang Setara Hotel Berbintang, Dorong Segera Jadi Sekolah BLUD

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, menyerahkan plakat sebagai tanda peresmian sekolah telah direvitalisasi / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengaku kagum dengan fasilitas edOTEL SMKN 1 Jombang yang dinilainya setara hotel berbintang. Ia bahkan mendorong sekolah tersebut segera bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaannya semakin profesional dan mampu memperkuat kompetensi siswa di bidang perhotelan.

Kekaguman itu disampaikan Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang, Rabu (11/3). Menurutnya, fasilitas praktik yang dimiliki sekolah tersebut menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan lulusan vokasi yang siap bersaing di industri perhotelan dan pariwisata.

“SMKN 1 Jombang ini sudah waktunya menuju BLUD. Sekolah dengan keseriusan luar biasa seperti ini memang perlu penguatan agar bisa mencapai titik strategis yang kita harapkan,” ujar Khofifah.

edOTEL SMKN 1 Jombang sendiri dilengkapi berbagai fasilitas praktik layaknya hotel profesional, mulai dari restoran, 17 kamar penginapan dengan tiga tipe berbeda, ruang pertemuan berkapasitas 20 dan 200 orang, mushala, galeri, toilet, hingga area lobi.

Khofifah juga mengapresiasi penamaan ruang pertemuan di edOTEL yang menggunakan nama tokoh nasional asal Jombang, seperti Abdurrahman Wahid, KH Wahab Chasbullah, dan Wahid Hasyim. Menurutnya, penggunaan nama tokoh-tokoh besar tersebut dapat menumbuhkan semangat inspiratif dan heroisme bagi para siswa.

“Meeting room dengan nama tokoh pahlawan nasional ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi semangat belajar dan pengabdian dari SMKN 1 Jombang,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana untuk 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Jombang, Nganjuk, dan Blitar dengan total anggaran Rp46,8 miliar.

Rinciannya, Kabupaten Jombang memperoleh alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 lembaga, Kabupaten Nganjuk Rp13,3 miliar untuk 14 lembaga, dan Kabupaten Blitar Rp19,5 miliar untuk 21 lembaga pendidikan.

“Ini bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja,” tegasnya.

Khofifah menekankan bahwa pembangunan sarana pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Selain meresmikan pembangunan sarana pendidikan, Gubernur juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Jombang, Nganjuk, dan Blitar, masing-masing sebesar Rp1 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan revitalisasi sarana prasarana sekolah merupakan upaya pemerintah untuk memastikan pemerataan fasilitas pendidikan yang layak.

“Mudah-mudahan fasilitas baru ini semakin mendukung proses pembelajaran sehingga guru dan siswa bisa menikmati pelayanan pendidikan dengan lebih baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk merawat dan memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun, agar benar-benar memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan.