KaMedia – Perusahaan tambang emas nasional PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bersama afiliasinya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperkuat rantai pasok emas domestik melalui kerja sama strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Melalui anak usaha masing-masing, yakni PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS), kedua perusahaan menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Antam untuk penjualan emas granula hasil pemurnian domestik.
Perjanjian tersebut berlaku selama dua tahun dengan volume transaksi mencapai 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun, serta opsi tambahan hingga 3 metrik ton lagi setiap tahunnya. Dalam skema ini, BSI dan PETS bertindak sebagai penjual, sementara Antam menjadi pembeli.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memastikan produksi emas Grup Merdeka terserap optimal di pasar domestik.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas nasional,” ujar Albert.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto, menilai kemitraan ini mencerminkan kedaulatan emas nasional, di mana hasil tambang Indonesia diolah menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
Produksi emas dalam kerja sama ini berasal dari dua operasi tambang utama Grup Merdeka, yaitu Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikelola PT Bumi Suksesindo dan telah berproduksi sejak 2017, dan Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, yang dikelola salah satunya oleh PT Puncak Emas Tani Sejahtera.
Tambang Emas Pani merupakan proyek terbaru Grup Merdeka. Operasi ini memulai first mining pada Oktober 2025 dan mencatat first gold pour pada 14 Februari 2026 melalui proses heap leach.
Pada 27 Februari 2026, tambang tersebut juga telah mengirim 44,04 kilogram dore bullion ke PT Aneka Tambang Tbk untuk pemurnian perdana. Penjualan emas murni pertama berdasarkan GSPA diperkirakan akan terealisasi sebelum akhir Maret 2026.
Selain meningkatkan kepastian penyerapan produksi, kemitraan ini juga memperkuat integrasi rantai pasok industri emas nasional dari sektor hulu hingga hilir.
Grup Merdeka menegaskan bahwa ekspansi produksi emas tetap dijalankan dengan standar tata kelola dan keberlanjutan (ESG) yang ketat. Peningkatan peringkat ESG perusahaan dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan komitmen tersebut.
Dengan dukungan produksi dari dua tambang utama serta kemitraan strategis dengan PT Aneka Tambang Tbk, Grup Merdeka optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap industri emas nasional di masa mendatang.











