KaMedia – Candi Pari yang terletak di Kecamatan Porong, Sidoarjo, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit dengan arsitektur bergaya Campa. Biasanya, kawasan ini menjadi tujuan favorit wisatawan saat musim liburan. Namun, kondisi berbeda terlihat pada libur Lebaran tahun ini.
Berdasarkan pantauan langsung serta data dari buku tamu, juru kunci Candi Pari, Mohamad Syaroni, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis.
“Animo liburan Lebaran tahun ini turun drastis alias sepi. Terhitung dari tanggal 20 hingga 25 Maret, jumlah pengunjung kurang lebih hanya 47 orang. Ini sangat berbeda dibandingkan sebelum bulan puasa,” ujarnya.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan ini adalah waktu libur Lebaran yang berdekatan dengan kalender pendidikan nasional. Memasuki bulan April, siswa akan menghadapi masa kelulusan serta pendaftaran sekolah baru, sehingga masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan pendidikan dibandingkan berwisata.
Dampak kedekatan waktu tersebut terasa signifikan bagi destinasi wisata sejarah seperti Candi Pari. Padahal, tempat ini tidak memungut biaya masuk. Meski demikian, jumlah pengunjung tetap rendah.
Di tengah pesatnya perkembangan wisata modern, Syaroni berharap adanya perhatian lebih dari Pemerintah Daerah Sidoarjo terhadap situs-situs bersejarah.
Upaya seperti peningkatan perawatan, penambahan fasilitas, serta pengembangan wisata kuliner di sekitar area candi dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya dapat menikmati keindahan arsitektur kuno Majapahit, tetapi juga merasakan pengalaman rekreasi yang lebih lengkap bersama keluarga.











