KaMedia – Masa Angkutan Lebaran 2026 menjadi momen penting bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Dalam periode 11 Maret hingga 1 April 2026 (H-10 sampai H+10), KAI Daop 8 berhasil melayani total 1.034.894 pelanggan yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan kereta api.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 520.023 penumpang tercatat berangkat, sementara 514.871 penumpang datang di berbagai stasiun wilayah Daop 8 Surabaya. Tingginya angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api yang dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu.
Tiga stasiun utama menjadi pusat mobilitas tertinggi selama periode ini. Stasiun Surabaya Gubeng mencatat total 309.343 penumpang, disusul Stasiun Surabaya Pasarturi dengan 291.424 penumpang, serta Stasiun Malang sebanyak 161.484 penumpang. Ketiganya menjadi titik vital keberangkatan dan kedatangan, sehingga KAI memberikan perhatian ekstra dalam pelayanan.
Lonjakan penumpang terjadi pada puncak arus mudik tanggal 18 Maret 2026 dengan total 53.702 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah lebih tinggi, yakni 57.210 penumpang. Angka ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 47 perjalanan kereta api setiap hari, terdiri dari 38 kereta reguler dan 9 kereta tambahan. Total kapasitas yang disediakan mencapai 561.528 tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pelayanan, mulai dari kebersihan stasiun dan kereta, peningkatan fasilitas, kemudahan akses informasi, hingga layanan digital untuk pemesanan tiket. Petugas juga disiagakan untuk membantu kelompok prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Di sisi operasional, KAI memastikan keselamatan perjalanan dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap rel, jembatan, serta sistem persinyalan. Upaya ini dilakukan untuk menjamin perjalanan tetap aman di tengah tingginya volume penumpang.
Keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 juga tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan relawan yang turut mendukung pengamanan dan pelayanan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan serta semua pihak yang telah berkontribusi. Alhamdulillah, seluruh perjalanan kereta api selama Angkutan Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Mahendro.
Dengan berakhirnya periode Lebaran tahun ini, KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi demi memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi masyarakat.











