JatimKesehatan

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung KH Abdurrahman Wahid RSU Muslimat Ponorogo

×

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung KH Abdurrahman Wahid RSU Muslimat Ponorogo

Sebarkan artikel ini

Tegaskan Penguatan Layanan Kesehatan Inklusif Berbasis Keumatan

KaMedia – Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) RSU Muslimat Ponorogo, Minggu lalu sebagai penanda penguatan layanan kesehatan inklusif berbasis keumatan sekaligus modernisasi fasilitas kesehatan di daerah.

Kehadiran Rais ‘Aam Syuriyah PBNU KH. Miftachul Akhyar, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi dalam peresmian Gedung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) RSU Muslimat Ponorogo menjadi penanda kuat sinergi nasional dalam mengawal transformasi layanan kesehatan berbasis keumatan yang telah dibangun selama empat dekade.

Peresmian yang dilakukan ini sekaligus meneguhkan perjalanan 40 tahun pengabdian RSU Muslimat Ponorogo dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, humanis, dan berpihak pada masyarakat.

Gedung “Gus Dur” yang memiliki tujuh lantai ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan RSU Muslimat Ponorogo, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun pelayanan kepada pasien.

Khofifah menegaskan bahwa kehadiran gedung ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga simbol penguatan layanan kesehatan yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

“Peresmian gedung ini menjadi penguat bahwa layanan kesehatan berbasis keumatan terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penguatan kualitas layanan yang harus semakin profesional dan berorientasi pada kemanusiaan,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan, penamaan gedung dengan nama KH. Abdurrahman Wahid memiliki makna mendalam sebagai pengingat nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil yang harus terus dihidupkan dalam setiap pelayanan.

“Semangat Gus Dur harus hadir dalam setiap denyut layanan kesehatan di sini. Layanan harus inklusif, menghormati semua golongan, serta memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khofifah menyebut pembangunan gedung ini merupakan bagian dari transformasi RSU Muslimat Ponorogo dalam meningkatkan standar layanan, baik dari sisi fasilitas, teknologi, maupun sumber daya manusia. Dengan demikian, rumah sakit ini diharapkan mampu menjadi rujukan layanan kesehatan yang semakin kredibel dan terpercaya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gedung tersebut, termasuk tokoh-tokoh NU serta dukungan berbagai lembaga.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Prof. Mohammad Nuh atas peran besarnya, juga kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz yang terus mendorong kepercayaan diri Muslimat NU. Terima kasih Bank Mega Syariah, LAZISNU Ponorogo, serta semua pihak yang telah menginisiasi pembangunan rumah sakit ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Gedung Gus Dur merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak yang harus terus dirawat ke depan.

“Kalau sinergi dan kolaborasi terus kita bangun, insyaAllah kita bisa menjadikan RSU Muslimat Ponorogo sebagai center of excellence layanan kesehatan, khususnya ibu dan anak. Ponorogo juga memiliki potensi sebagai episentrum layanan infertilitas, yang menjadi harapan bagi banyak pasangan,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah juga mengajak seluruh jajaran Muslimat untuk terus memperkuat kontribusi di sektor kesehatan dan sosial seiring perjalanan panjang hingga usia 40 tahun. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan peran sebagai penjalin sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

“Empat dekade adalah perjalanan panjang pengabdian. Muslimat NU harus terus menjadi penjalin sinergi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas. Melalui dakwah bil hal dan dakwah bil maal, kehadiran Muslimat dan NU harus semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” tandasnya.

Diakhir, Khofifah juga menyampaikan pesan kemanusiaan dan perdamaian dari Muslimat NU kepada dunia. Ia mengajak perempuan di seluruh dunia untuk bersatu menyuarakan penghentian konflik dan membangun perdamaian global.

“Dari RSU Muslimat NU Ponorogo ini, kita menyerukan perempuan bersatu, ibu-ibu bersatu di seluruh dunia, menyampaikan pesan kepada PBB: hentikan perang, mari bangun kedamaian. Ini menjadi pesan penting dalam momentum perjalanan Muslimat NU,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan, kehadiran Gedung Muslimat NU Ponorogo menjadi langkah penting dalam memperkuat peran perempuan dan pelayanan kepada masyarakat.

Hal ini lanjutnya, sejalan dengan arah kebijakan Presiden dan Wakil Presiden dalam Asta Cita, khususnya poin ke-4 terkait penguatan sumber daya manusia, kesetaraan gender, dan peran perempuan.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden dalam Asta Cita, penguatan sumber daya manusia dan peran perempuan menjadi prioritas. Kehadiran gedung ini diharapkan dapat mendukung upaya tersebut, khususnya dalam memperkuat peran Muslimat NU,” pungkasnya.