HeadlinePemerintahanSurabaya

Di Ujung Ramadan, Senyum Anak Yatim dan Pengemudi Ojol Menghangatkan Graha Sawunggaling

×

Di Ujung Ramadan, Senyum Anak Yatim dan Pengemudi Ojol Menghangatkan Graha Sawunggaling

Sebarkan artikel ini
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Wali Kota Eri Cahyadi bersama istri, Rini Indriyani memberikan santunan kepada penyandang disabilitas / Foto : Diskominfo Surabaya.

KaMedia – Sore itu, suasana di Graha Sawunggaling terasa hangat. Di tengah hari-hari terakhir Ramadan, puluhan anak yatim, penyandang disabilitas, hingga para pengemudi ojek online duduk berdampingan. Sebagian dari mereka tampak membawa senyum sederhana, sebagian lain menatap penuh harap.

Di momen itulah Pemerintah Kota Surabaya berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Wali Kota Eri Cahyadi datang bersama sang istri, Rini Indriyani. Kehadiran keduanya disambut hangat para tamu yang sejak awal telah memenuhi ruangan. Bagi sebagian dari mereka, santunan itu bukan sekadar bantuan, tetapi juga perhatian dan pengingat bahwa mereka tidak sendiri.

Satu per satu penerima santunan maju. Ada anak-anak yatim yang tampak malu-malu, penyandang disabilitas yang datang bersama pendampingnya, hingga para driver ojek online yang sehari-hari menghabiskan waktu di jalanan kota.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa berbagi dan bersilaturahmi. Itu yang paling penting,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (14/3/2026).

Bagi wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di sepuluh malam terakhir Ramadan yang diyakini penuh keberkahan, ia berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat membawa kebaikan bagi seluruh warga Surabaya.

“Semoga membawa berkah untuk Kota Surabaya dan menjadi doa-doa yang mustajabah,” katanya.

Cak Eri juga berharap Surabaya terus tumbuh menjadi kota yang tidak hanya maju, tetapi juga penuh keberkahan, sebuah kota yang digambarkan dalam ungkapan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik dan mendapat ampunan Tuhan.

Di balik kegiatan tersebut, ada cerita tentang kepedulian yang ingin terus dijaga. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru, mengatakan santunan ini diberikan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Total ada 40 penyandang disabilitas yang hadir bersama pendampingnya, 50 anak yatim piatu, serta 90 pengemudi ojek online yang menerima santunan.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kepemudaan, hingga mahasiswa dari berbagai kampus.

“Harapannya, kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” kata Tundjung.

Menjelang waktu berbuka, suasana semakin terasa hangat. Anak-anak mulai bercengkerama, para driver ojol berbincang santai, sementara beberapa penyandang disabilitas tersenyum saat berbagi cerita dengan pendampingnya.

Di penghujung Ramadan, kebahagiaan sederhana seperti itu terasa begitu berarti sebuah pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan adalah hadiah paling berharga menjelang hari kemenangan.