EkonomiJatimSurabaya

Di Balik Gemerlap Imlek, 1.390 Personel PLN Siaga 24 Jam Jaga Listrik Jawa Timur Tetap Menyala

×

Di Balik Gemerlap Imlek, 1.390 Personel PLN Siaga 24 Jam Jaga Listrik Jawa Timur Tetap Menyala

Sebarkan artikel ini
Demi kelancaran pasokan listrik selama Imlek, PLN UIT JBM menyiagakan ribuan petugasnya / Foto : PLN UIT JBM.

KaMedia – Lampion merah bergoyang pelan di antara riuh warga yang memadati kawasan Kampung Pecinan Kya-Kya. Denting musik, aroma kuliner khas, dan tawa keluarga menyatu dalam hangatnya perayaan Imlek 2577 Kongzili pada 17 Februari 2026 di berbagai penjuru Jawa Timur.

Namun di balik gemerlap itu, ada 1.390 personel yang berjaga tanpa henti.
Adalah tim dari PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) yang memastikan satu hal penting: listrik tidak boleh padam. Selama 24 jam penuh, mereka bersiaga menjaga sistem transmisi tetap andal—dan hasilnya, perayaan Imlek berlangsung tanpa padam beban pada jaringan transmisi.

Sebanyak 15 posko unit layanan dan 1 posko induk dioperasikan untuk memantau sistem secara real time. Dari ruang kontrol hingga lapangan, setiap indikator diawasi, setiap potensi gangguan diantisipasi.

Tak hanya mengandalkan tenaga manusia, kesiapsiagaan juga diperkuat dengan peralatan lengkap: 12 unit crane, 10 manlift, 1 online washer, 7 tower Emergency Restoration System (ERS), 5 trafo mobile, serta 7 unit DC mobile. Seluruhnya dalam kondisi siap operasi, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Material cadangan strategis pun telah ditempatkan di titik-titik yang mudah dijangkau. Setiap skenario darurat disiapkan dengan perhitungan matang, agar waktu respons bisa ditekan seminimal mungkin. Bagi PLN, kecepatan adalah kunci, dan pencegahan selalu lebih utama daripada pemulihan.General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat.

“Keberhasilan menjaga keandalan sistem transmisi selama perayaan Imlek merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh tim. Kami berkomitmen memberikan layanan kelistrikan terbaik agar masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Komitmen tersebut bukan hanya tentang menjaga kabel dan gardu tetap berfungsi. Ini tentang memastikan lampion tetap menyala, panggung pertunjukan tetap terang, dan doa-doa malam Imlek terlantun tanpa gangguan.

Di saat sebagian besar masyarakat berkumpul bersama keluarga, para personel PLN tetap berjaga di posko dan titik siaga. Mereka mungkin tak terlihat di tengah perayaan, namun kontribusinya terasa di setiap sudut kota yang bercahaya.

Ke depan, PLN UIT JBM menegaskan akan terus memperkuat sistem transmisi melalui peningkatan infrastruktur, optimalisasi teknologi, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Sebab bagi mereka, listrik bukan sekadar energi, melainkan denyut kehidupan yang menjaga kebersamaan tetap hangat dan perayaan tetap bermakna.

Headline

Di tengah semarak lampion merah dan doa-doa yang dipanjatkan untuk Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, langit Indonesia diprakirakan ikut “merayakan” dengan guyuran hujan di berbagai penjuru negeri. Badan Meteorologi, Klimatologi…