Jatim

Dampingi Prabowo, Gubernur Khofifah Tegaskan Jembatan Perintis Jadi Pengungkit Ekonomi Desa

×

Dampingi Prabowo, Gubernur Khofifah Tegaskan Jembatan Perintis Jadi Pengungkit Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin melihat langsung Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, usai peresmian secara virtual. oleh Presiden Prabowo / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 3.395 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di berbagai wilayah Indonesia secara virtual, Kamis (13/8).

Peresmian di Jawa Timur diikuti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dari Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Gubernur Khofifah menegaskan, Jembatan Perintis Garuda di Desa Genjeng memiliki posisi strategis karena menghubungkan sekitar 40 desa di Kecamatan Loceret dan Kecamatan Pace.

Jembatan sepanjang 18 meter dengan lebar 1,8 meter itu memiliki kapasitas beban maksimal 3,5 ton dan batas kecepatan 10 kilometer per jam. Di Jawa Timur sendiri telah dibangun 270 Jembatan Perintis Garuda.

” Jembatan-jembatan tersebut membantu membuka akses antarkampung dan antardesa, meningkatkan keselamatan, serta memudahkan masyarakat menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi,” kata Khofifah.

Menurutnya, pembangunan jembatan bukan sekadar memperkuat konektivitas, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi perdesaan. Akses yang semakin terbuka akan mempermudah mobilitas warga sekaligus distribusi hasil pertanian, peternakan, dan produk ekonomi desa.

” Ketika akses antarwilayah semakin terbuka, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aktivitas ekonomi juga semakin bergerak. Ini tentu akan mengungkit perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan hingga daerah terpencil,” ujarnya.

Khofifah juga mengapresiasi pembangunan infrastruktur dasar oleh TNI dan Polri yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain jembatan, TNI AD membangun 3.000 sumber air bersih di seluruh Indonesia. Di Jawa Timur, sebanyak 81 titik sumber air bersih telah dibangun.

Program tersebut dinilai semakin penting di tengah memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah daerah Jawa Timur.

” Kami bersyukur karena di tengah masuknya musim kemarau di berbagai daerah di Jawa Timur, pemerintah bersama TNI hadir membangun sumber-sumber air bersih. Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” kata Khofifah.

Ia berharap sumber air bersih tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung pengairan lahan pertanian sehingga ikut memperkuat ketahanan pangan.

” Harapannya sumber air bersih ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga bisa mendukung pengairan persawahan,” tuturnya.o

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kerja keras jajaran TNI dan Polri dalam membangun infrastruktur yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurut Prabowo, keberadaan jembatan di wilayah perdesaan dan pedalaman mampu memangkas jarak serta waktu tempuh warga, termasuk anak-anak sekolah yang sebelumnya harus mengambil jalur memutar.

“Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas sumbangsih dan kerja keras TNI-Polri yang dipersembahkan untuk rakyat sehingga memudahkan mobilitas maupun akses di pedesaan maupun wilayah pedalaman Indonesia,” tegas Prabowo.

Prabowo menilai pembangunan ribuan jembatan dan titik air bersih tersebut merupakan wujud nyata gotong royong serta pengabdian TNI-Polri kepada masyarakat.

Khofifah pun menegaskan, konektivitas dan ketersediaan air bersih merupakan fondasi penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Dari desa, kita dorong akses semakin terbuka, ekonomi semakin tumbuh, dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.