EkonomiHeadline

Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan Untuk Petani Di Magetan

×

Semarakkan Hari Jadi ke-81 Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan Untuk Petani Di Magetan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah memberikan perhatian khusus bagi para petani. Sepanjang 2026, Pemprov Jatim memfasilitasi 341 unit alsintan bagi petani / Foto : Pemprov Jatim

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sembilan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Magetan. Penyerahan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tersebut berlangsung di Lapangan Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, Selasa (6/10).

Sembilan unit bantuan di Magetan terdiri atas tiga unit alsintan prapanen dan enam unit alsintan pascapanen. Secara keseluruhan, sepanjang 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur memfasilitasi 341 unit alsintan bagi petani di berbagai daerah, terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti itu, Khofifah menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan salah satu cara generasi saat ini mengisi kemerdekaan. Perjuangan para pendahulu bangsa, menurutnya, perlu dilanjutkan dengan kerja nyata untuk menjaga pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan semangat tersebut dengan sosok Gubernur pertama Jawa Timur, Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, yang memiliki tekad kuat dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Gubernur pertama di Jawa Timur adalah Raden Mas Tumenggung Ario, tokoh, pemimpin dan pejuang yang luar biasa. Beliau memiliki tekad kuat mempertahankan kemerdekaan. Sekarang panjenengan para kelompok tani mengisi kemerdekaan dengan mewujudkan ketahanan pangan,” ujar Khofifah.

Ia pun menambahkan, peran petani menjadi semakin strategis karena Jawa Timur tidak hanya ditargetkan mampu menjaga ketahanan pangan, tetapi juga terus bergerak menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

“Di Jawa Timur ini insyaallah kita sudah menuju dari ketahanan pangan ke kedaulatan pangan berkelanjutan. Jadi ini peran panjenengan mengisi kemerdekaan luar biasa,” katanya.

Untuk mendukung peran tersebut, lanjut Khofifah, modernisasi pertanian perlu dilakukan melalui penguatan mekanisasi dari hulu hingga hilir. Alsintan menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu petani bekerja lebih efektif, efisien dan tepat waktu.

“Dengan meningkatkan alat mesin pertanian (alsintan) bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas. Kalau efisien, efektif dan produktif, insyaallah income petani akan meningkat, berarti kesejahteraan para petani insyaallah juga meningkat,” ungkapnya.

Sembilan unit alsintan yang diserahkan di Magetan terdiri atas 3 unit alsintan prapanen dan 6 unit alsintan pascapanen. Bantuan diberikan kepada kelompok tani sesuai dengan kebutuhan pertanian di masing-masing wilayah.

Untuk alsintan prapanen, Poktan Margo Utomo di Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran, menerima handtraktor singkal. Sementara Poktan Sarakan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Poktan Mapan di Desa Ngentep, Kecamatan Kawedanan, masing-masing menerima cultivator.

Untuk kegiatan pascapanen, Poktan Kerang dan Poktan Waduk 2 di Desa Kerang, Kecamatan Takeran, masing-masing menerima power threser multiguna mobile.

Selanjutnya, Gapoktan Sumber Rejeki dan Poktan Rukun Makmur I di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, masing-masing menerima combine harvester besar.

Sedangkan Poktan Sri Agung di Desa Belegondo, Kecamatan Ngariboyo, dan Poktan Sridadi di Desa Sundul, Kecamatan Parang, masing-masing menerima corn sheller mobile.

Khofifah menegaskan, bantuan alsintan tidak boleh berhenti sebagai penambahan aset kelompok tani, tetapi harus benar-benar digunakan untuk memperluas manfaat mekanisasi kepada petani.

“Alat ini harus benar-benar bekerja di lahan. Jangan hanya menjadi aset kelompok, tetapi harus menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada petani,” tegasnya.

Khofifah optimistis, dengan pemanfaatan alsintan secara optimal, pekerjaan pengolahan lahan, panen hingga pascapanen dapat dilakukan lebih cepat dan tepat waktu. Kondisi ini diharapkan mampu menekan biaya usaha tani sekaligus mengurangi potensi kehilangan hasil.

“Ketika pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat waktu, maka ada efisiensi tenaga dan biaya. Pada saat yang sama, kehilangan hasil bisa ditekan. Ini semua bermuara pada peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang diterima petani,” tuturnya.

Tak hanya sembilan unit alsintan saja. Pada 2026, Pemprov Jawa Timur memfasilitasi 341 unit alsintan se-Jawa Timur, terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen.

Khofifah mengatakan, penguatan mekanisasi tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, pendampingan penyuluh, serta akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, peningkatan produksi pangan diharapkan sekaligus memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi petani.

“Pangan harus tersedia, produksi harus meningkat, tetapi kita juga harus memastikan petani yang memproduksi pangan itu mendapatkan manfaat ekonomi yang semakin baik. Karena itu, produktivitas, efektivitas dan efisiensi menjadi sangat penting,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan, sekaligus berharap seluruh dukungan pemerintah dapat membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat Magetan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Magetan. Mudah-mudahan perekonomian, terutama dari sektor pertanian di Kabupaten Magetan, akan terus meningkat dan barokah,” kata Khofifah.

Kepada para petani dan seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian, Khofifah juga menyampaikan doa agar ikhtiar membangun pertanian Jawa Timur senantiasa membawa kesehatan dan kesejahteraan.