KaMedia – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melontarkan ultimatum keras terkait dugaan penarikan setoran parkir secara tunai kepada juru parkir (jukir). Ia meminta pengelolaan parkir di Kota Pahlawan diperiksa secara menyeluruh dan memastikan tidak ada lagi praktik penarikan setoran di luar mekanisme yang telah ditetapkan Pemkot Surabaya.
Tak main-main, Eri menegaskan akan mengganti siapa pun yang masih menjalankan praktik pembayaran parkir secara tunai, mulai dari juru parkir, pengawas, hingga petugas Dinas Perhubungan
Pernyataan itu mencuat setelah Didit, seorang juru parkir, mengungkap masih adanya penarikan setoran secara tunai di lokasi tempatnya bekerja. Didit mengaku mempertanyakan legalitas pungutan tersebut lantaran lokasi parkir yang dikelolanya telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Surabaya dan telah menerapkan sistem digitalisasi.
” Di tempat saya bekerja ini masih ada pungutan. Istilah pungutan itu yang dari Dishub. Saya cuma ingin menanyakan legalnya saja. Jadi ini sebenarnya memang ilegal atau legal,” ujar Didit, Senin (31/8)
Menurut Didit, penerapan digitalisasi semestinya menghapus praktik setoran tunai. Namun, ia mengaku masih menemukan adanya pihak yang meminta pembayaran secara langsung.
“Karena kan kita sudah terdaftar dan ada di Bapenda, istilahnya sudah berjalan digitalisasi. Tapi kok masih ada penarikan secara tunai,” katanya.
Didit berharap seluruh pihak tunduk pada kebijakan Pemkot Surabaya yang mendorong pembayaran parkir secara non-tunai. Ia juga meminta agar sistem tersebut tidak dimanfaatkan oknum tertentu untuk menarik pungutan yang berpotensi masuk kategori pungutan liar.
” Jadi apa yang pemerintah tentukan, ya itu yang kita harus jalani. Jangan ada kayak oknum-oknum lagi yang istilahnya menjadikan itu jadi pungli,” ujar Didit.
Menurutnya, kondisi tersebut justru menempatkan juru parkir di lapangan dalam posisi serba salah. Pemerintah mendorong pembayaran non-tunai, tetapi di sisi lain masih terdapat permintaan setoran secara tunai.
“Kalau memang (non-tunai) sudah (dijalankan), monggo lah kita sama-sama belajar non-tunai,” imbuhnya.
Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan pihaknya telah menelusuri alur setoran yang disampaikan juru parkir, termasuk pencatatan oleh Kepala Pelataran (Katar) hingga proses transfer ke Bank Jatim.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam pencatatan pendapatan.
” Ada salah satu Jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim, itu kami periksa di dalam memang terdapat beberapa selisih pendapatan,” kata Trio.
Tak hanya soal setoran, Dishub juga menemukan perbedaan pencatatan voucher parkir dengan laporan yang diterima.
“Memang ada perbedaan pencatatan terkait voucher parkir tersebut dengan laporan yang saya terima untuk voucher parkir tersebut,” tegasnya.
Sementara itu,Walikota Eri Cahyadi mengungkap persoalan tersebut bermula dari laporan Kepala Dishub mengenai dugaan penarikan setoran tunai kepada juru parkir.
Eri juga kembali menegaskan bahwa pembayaran parkir di Surabaya harus mengikuti sistem yang telah ditetapkan, yakni menggunakan QRIS atau mekanisme non-tunai.
“Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio (Kepala Dishub),” tegasnya.
Eri bahkan memberikan peringatan terbuka kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam pengelolaan parkir. Jika persoalan tidak segera dibenahi atau ditemukan masalah dalam pemeriksaan aparat penegak hukum (APH), ia menyatakan tidak akan ragu mengganti seluruh pihak yang bertanggung jawab.
“Kalau kondisi seperti ini tidak bisa diperbaiki, apalagi jika ada pemeriksaan dari kepolisian, semuanya akan saya ganti. Sudah, ini periksa dan ganti orang, mulai dari nol, dengan sistem yang baru,” tegasnya.
Ancaman penggantian tersebut tidak hanya ditujukan kepada juru parkir. Pengawas dan jajaran Dishub juga masuk dalam radar evaluasi.
“Baik itu di Dishub, pengawas, maupun di jukir. Pokoknya kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain,” pungkas Eri.





