EkonomiJatim

Terminal Purabaya Tegaskan Kemacetan Bukan Akibat Proyek, Bus “Ngetem” di Jalan Jadi Penyebab

×

Terminal Purabaya Tegaskan Kemacetan Bukan Akibat Proyek, Bus “Ngetem” di Jalan Jadi Penyebab

Sebarkan artikel ini
Kemacetan yang luar biasa menjelang Terminal Purabaya. Perbaikan jalan dan alur bus keluar terminal ditengarai menjadi penyebabnya / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Pengelola Terminal Purabaya menegaskan kemacetan panjang di jalur Sidoarjo–Surabaya bukan disebabkan proyek pengecoran akses keluar terminal.

Pelaksana Harian Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Purabaya, Verie Sugiharto, menyebut kemacetan terjadi akibat penyempitan jalan (bottleneck) di sekitar terminal serta kebiasaan bus menaikkan penumpang di tepi jalan.

“Penumpang tetap ada. Sebagian naik dari dalam terminal, tapi ada juga yang naik di selatan atau utara. Ini kemungkinan masih kebiasaan lama,” kata Verie, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, praktik bus menaikkan penumpang di jalan keluar terminal menjadi salah satu pemicu kepadatan lalu lintas. Padahal pengelola sudah meminta penumpang naik dari dalam area terminal.

Terminal Purabaya menegaskan akan menindak tegas bus yang tetap menaikkan penumpang di luar terminal. Penertiban akan dilakukan saat Operasi Ketupat mulai 13 Maret 2026.

Kemacetan panjang hampir delapan kilometer sebelumnya terjadi pada Senin (2/3/2026) pagi. Antrean kendaraan mengular dari kawasan Aloha hingga Pasmar Gedangan dan hampir mencapai Jalan Raya Buduran.

Di sisi lain, perbaikan akses keluar bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Jalan Raya Waru juga berjalan lambat akibat hujan deras dan angin kencang.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, mengatakan pihaknya menutup sementara pintu keluar sisi timur terminal selama perbaikan berlangsung.
Bus AKDP dan AKAP sementara dialihkan keluar melalui pintu sisi selatan atau barat di Jalan Letjen Sutoyo, Medaeng.

“Bus yang biasanya keluar dari sisi timur dialihkan ke pintu selatan di Jalan Letjen Sutoyo, kemudian belok kiri menuju Waru,” ujar Budi.

Dishub Sidoarjo juga mengimbau pengendara menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan. Pengendara dari Sidoarjo disarankan langsung masuk Tol Sidoarjo, sedangkan dari Gedangan dapat melalui jalur Juanda menuju Sedati.

Rambu tambahan telah dipasang di kawasan Aloha dan Gedangan untuk membantu pengendara mengantisipasi perjalanan.
Dishub berharap koordinasi antara pengelola terminal, petugas lapangan, dan masyarakat dapat mengurangi kemacetan di jalur Sidoarjo–Surabaya meski proyek perbaikan terminal masih berlangsung.