HeadlineJatim

Sentuhan Hangat di Hari Jadi Jatim ke-81: Ketika ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ Kembali Melihat Jelas Senyum Anak Didiknya

×

Sentuhan Hangat di Hari Jadi Jatim ke-81: Ketika ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ Kembali Melihat Jelas Senyum Anak Didiknya

Sebarkan artikel ini
Dalam momentum HUT Jatim Ke 81, Gubernur Khofifah menyerahkan 1.000 kacamata gratis kepada para guru PAUD, TK, RA, dan TPQ di Jatim / Foto : Pemprov Jatim.

KaMedia – Dibalik ketulusan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK, RA, hingga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam mengeja huruf demi huruf bersama para santri kecilnya, kerap kali ada mata yang lelah dan penglihatan yang tak lagi jernih. Memahami bakti senyap tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Jatim menghadirkan kado hangat dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

​Melalui program bertema “Menebar Manfaat, Menguatkan Umat”, sebanyak 1.000 kacamata gratis diserahkan kepada para guru PAUD, TK, RA, dan TPQ di Islamic Center Surabaya, Minggu (11/10).

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti ruang acara. Bantuan kacamata standar optik senilai total Rp400 juta ini menyasar 449 guru TK, 101 guru RA, 173 guru PAUD, dan 277 guru TPQ. Tak sekadar dibagikan, para guru terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata medis secara teliti berkolaborasi dengan Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur dan RSUD Dr. Soetomo, serta diperkenankan memilih bingkai kacamata sesuai kenyamanan mereka.

​Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengutarakan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi para pendidik usia dini yang mendidik dengan penuh kesabaran

” Panjenengan telah memberikan proses pembelajaran yang luar biasa. Setiap anak-anak membaca alif lam mim, Allah memberikan pahala dari setiap huruf yang panjenengan ajarkan. Semoga Allah tinggikan derajat panjenengan semua,” puji Gubernur Khofifah penuh haru di hadapan para guru.

​Khofifah menilai, kolaborasi BAZNAS Jatim ini mencerminkan pendekatan pembangunan manusia (Human Development Index approach) yang komprehensif, di mana sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesehatan saling bertaut erat.

​Ketua BAZNAS Jatim, M. Ghofirin, mengungkapkan bahwa program kacamata ini lahir dari rasa empati mendalam terhadap realitas kehidupan guru pahlawan tanpa tanda jasa.

“Kesejahteraan guru sering kali berbeda dibanding profesi lainnya. Karena itulah BAZNAS memberikan perhatian khusus melalui kacamata standar optik berkualitas, bukan kacamata biasa, agar benar-benar menunjang tugas mulia mereka mengajar,” tutur Ghofirin.

Tak hanya membawa jernihnya penglihatan bagi para guru, momen puncak peringatan ini juga menjadi angin segar bagi penguatan ekonomi dan taraf hidup masyarakat Jawa Timur secara luas.

​Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Jatim turut menyerahkan serangkaian bantuan penting lainnya, pemberdayaan UMKM. Bantuan 81 unit rombong usaha beserta modal senilai total Rp283 juta untuk pelaku usaha ultra mikro.

​Perbaikan Hunian. Bantuan Bedah Rumah untuk 15 unit rumah tidak layak huni milik mustahik senilai Rp300 juta.

​Dukungan Sosial dan Pendidikan. Bantuan tunai bagi 438 mustahik senilai Rp262 juta serta Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

Senyum bahagia salah satunya terpancar dari raut wajah Diah, seorang pedagang tempe asal Bandar, Gresik, yang menjadi salah satu penerima bantuan rombong usaha.

​”Alhamdulillah, seneng. Harapannya, mudah-mudahan kulo saged lancar dagangane, mengubah nasib ngunu loh (semoga dagangan saya lancar dan bisa mengubah nasib),” ungkap Diah penuh harap.

​Melihat dampak nyata ini, Gubernur Khofifah mengimbau seluruh Perangkat Daerah (PD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Jatim untuk aktif merangkul para pekerja rentan di sekeliling mereka, seperti petugas loket hingga cleaning service agar dapat dihubungkan dengan program-program bantuan BAZNAS.

Menutup rangkaian kegiatan humanis ini, Gubernur Khofifah meresmikan peluncuran Aplikasi HaloBAZ Jatim. Inovasi digital ini dihadirkan BAZNAS Jatim untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara transparan, praktis, dan akuntabel.

​”HaloBAZ ini mempermudah kita semua melalui ekosistem digital IT. Ini menekankan pentingnya kesadaran bahwa dalam harta yang kita hasilkan, ada hak para mustahik yang wajib kita tunaikan untuk membersihkan harta kita,” pungkas Khofifah.