KaMedia – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIT JBM menyalurkan bantuan 16.500 bibit mangrove serta 60 unit instalasi rumpun berjarak untuk menghentikan ancaman abrasi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Aksi lingkungan yang menyasar kawasan seluas 2 hektare ini menggandeng Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih sebagai penerima manfaat sekaligus garda terdepan penanaman dan perawatan mangrove. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi PLN UIT JBM, I Made Sugata Merta, kepada Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih, I Nyoman Sunarta.
Program ini merupakan eskalasi dari aksi hijau yang telah dirintis PLN UIT JBM pada tahun 2025. Saat itu, penanaman tahap pertama sebanyak 5.100 bibit mangrove berhasil mencatatkan tingkat kelangsungan hidup mencapai 90 persen.
Berbekal kesuksesan tersebut, PLN melakukan terobosan teknis pada tahap kedua ini dengan menerapkan metode rumpun berjarak. Teknik penataan rumpun dengan jarak terukur ini dirancang khusus untuk meminimalkan paparan gelombang tinggi serta menekan risiko kegagalan tumbuh.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah komitmen jangka panjang perusahaan yang sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).
” Bagi PLN, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui penanaman 16.500 bibit mangrove ini, kami ingin berkontribusi nyata mengurangi risiko abrasi, menjaga habitat biota laut, serta mendukung daya serap karbon pesisir Bali. Keberhasilan program tahun lalu menjadi bahan bakar kami untuk memperluas dampaknya,” tegas Ika.
Ika menambahkan, keberhasilan konservasi tidak berhenti pada momentum penanaman, melainkan bergantung pada perawatan yang konsisten. Oleh karena itu, pelibatan aktif nelayan lokal menjadi kunci utama keberlanjutan ekosistem pesisir tersebut.
Hutan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai memiliki peran vital sebagai benteng bentang alam Bali, mulai dari memitigasi abrasi, menyerap emisi karbon, hingga menjadi benteng mata pencaharian kelompok nelayan tradisional.
Melalui sinergi kokoh antara BUMN, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat pesisir, PLN UIT JBM membuktikan bahwa tanggung jawab perusahaan tidak hanya terbatas pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga hadir menjaga ruang hidup dan kelestarian alam Indonesia.











