KaMedia – Satresnarkoba Polresta Sidoarjo sukses membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas wilayah sepanjang Agustus hingga Oktober 2026. Dalam kurun waktu tiga bulan, sebanyak 147 kasus berhasil diungkap dengan total 180 tersangka diseret ke ranah hukum.
Pengungkapan skala besar ini dipaparkan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Kompol Dwi Gastimur Wanto serta jajarannya.
Dari 180 tersangka yang ditangkap, terdiri dari 174 pria dan 6 wanita. Bersama para tersangka, petugas mengamankan ribuan gram barang bukti bernilai fantastis.
”Petugas berhasil menyita berbagai jenis narkotika dan obat keras berbahaya dalam jumlah besar, antara lain sabu-sabu sebanyak 1.765,13 gram, ganja 4,41 gram, ekstasi 2.089 butir, serta pil LL mencapai 30.486 butir,” tegas AKBP Bobby A. Condroputra.
Ia menambahkan, total nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp35 miliar. Dari pengungkapan ini, kepolisian memperkirakan berhasil menyelamatkan sekitar 20.000 jiwa anak bangsa dari ancaman jeratan narkoba.
Dalam menjalankan aksinya, para pengedar menerapkan trik ketat untuk memutus jejak dari incaran petugas. Modus ‘sistem ranjau’, transaksi tanpa tatap muka dengan menaruh barang di lokasi tersembunyi, masih menjadi strategi utama. Selain itu, jaringan ini memanfaatkan jasa kurir hingga opsi Cash on Delivery (COD).
Berdasarkan pemetaan Polresta Sidoarjo, beberapa wilayah teridentifikasi sebagai titik rawan peredaran gelap narkotika, yaitu sebagian area di Kecamatan Gedangan, Krian, Tulangan, dan Waru.
Penanganan masalah narkoba tidak cukup hanya dengan penindakan di lapangan. Polresta Sidoarjo berjanji akan mengimbangi langkah represif dengan pendekatan edukatif yang masif.
”Penindakan tidak berhenti pada penangkapan semata. Langkah preventif terus kami gencarkan, mulai dari penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah, pemasangan spanduk imbauan, hingga sosialisasi aktif melalui media sosial resmi Satresnarkoba Polresta Sidoarjo,” tutup AKBP Bobby.





