EkonomiHeadlineJatim

Hari Jadi ke-81 Jatim: Mentan Puji Lumbung Pangan Nasional, Siapkan Pabrik Bibit GPS Pertama di Indonesia

×

Hari Jadi ke-81 Jatim: Mentan Puji Lumbung Pangan Nasional, Siapkan Pabrik Bibit GPS Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak serta Forkopimda Jatim menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Jawa Timur dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Senin (12/10).

Menariknya, rapat paripurna istimewa kali ini turut menghadirkan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman yang menyampaikan orasi ilmiah sekaligus mengapresiasi perkembangan produksi berbagai komoditas Jawa Timur yang memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.

“Selamat Hari Jadi Jawa Timur yang ke-81. Luar biasa, Jawa Timur berkembang dengan pesat, khususnya sektor pertanian. Produksi padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam dan telur nomor satu, gula juga nomor satu, susu juga nomor satu,” ujar Mentan Amran.

Jawa Timur menempati posisi nomor satu di Indonesia untuk komoditas padi, jagung, daging, ayam, dan susu. Keunggulan berbagai komoditas tersebut memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus penopang ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Menurut Amran, capaian tersebut tidak terlepas dari kekompakan jajaran pemerintah daerah dan DPRD dalam mendukung pembangunan. Sinergi antarlembaga menjadi kekuatan penting untuk menjaga peningkatan produksi dan memperkuat sektor pertanian.

“Luar biasa Ibu Gubernur, Pak Wagub, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, dan anggota DPRD kompak semua. Inilah hasilnya kalau kompak, produksinya naik,” katanya.

Amran juga menyampaikan rencana penguatan dukungan pemerintah pusat melalui pembangunan fasilitas grand parent stock (GPS) di Jawa Timur untuk mendukung penyediaan bibit bagi berbagai wilayah Indonesia.

“Kami akan bangun grand parent stock (GPS), satu-satunya di Indonesia itu di Jawa Timur, dan itu akan menyuplai nanti seluruh Indonesia,” katanya.

Menanggapi apresiasi tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus memperkuat perannya sebagai lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan.

Komitmen itu menjadi bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sesuai semangat peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”.

“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” tegasnya.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG), dengan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap produksi nasional.

Kinerja positif tersebut diproyeksikan berlanjut pada 2026. Berdasarkan potensi produksi Januari hingga November 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG, dengan pertumbuhan sebesar 2,84 persen.

Untuk menjaga capaian tersebut, Pemprov Jawa Timur terus mendorong pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan irigasi, hilirisasi, korporasi pertanian, serta regenerasi petani. Selain padi, komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, dan perikanan turut menjadi kekuatan daerah dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Menurutnya, penguatan produksi perlu didukung pengembangan konektivitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan akses pelayanan dasar. Dengan demikian, hasil produksi dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seluruh agenda tersebut dijalankan melalui sembilan program prioritas Nawa Bhakti Satya yang tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur 2025–2029. Kesembilan program itu meliputi Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Akses, Jatim Agro, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Berkah–Amanah, Jatim Harmoni, dan Jatim Lestari.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pelaksanaan Nawa Bhakti Satya sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Peran tersebut diwujudkan melalui keterhubungan produksi, pasar, investasi, dan potensi daerah.

“Peran ini bertumpu pada kemampuan Jawa Timur menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur,” papar Khofifah

Pada semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Jawa Timur juga mengembangkan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal.

Selain itu, Jawa Timur menyuplai hampir 80 persen logistik di 17 provinsi di Indonesia, memperkuat perannya dalam rantai pasok nasional, sekaligus membuka peluang pasar bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan industri.

Untuk menjaga capaian yang ada, Pemprov Jatim terus mendorong pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan irigasi, hilirisasi, korporasi pertanian, dan regenerasi petani. Selain padi, komoditas jagung, tebu, daging, susu, telur, serta perikanan juga menjadi kekuatan Jawa Timur dalam menopang kebutuhan pangan nasional.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan, penguatan sektor pertanian perlu berjalan seiring dengan pengembangan konektivitas, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan akses pelayanan dasar. Nantinya, produktivitas daerah dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Khofifah, peran Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara bertumpu pada kemampuan menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur.

Pada semester I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen. Jawa Timur juga mengembangkan 13 kawasan industri, dua kawasan ekonomi khusus, serta kawasan industri halal. Selain itu, Jawa Timur menyuplai hampir 80 persen logistik di 17 provinsi di Indonesia, memperkuat perannya dalam rantai pasok nasional.

“Peran ini bertumpu pada kemampuan Jawa Timur menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur,” pungkas Gubernur Khofifah.