KaMedia – Rekor kesucian gawang Persela Lamongan akhirnya hancur berantakan di kandang sendiri. Dalam duel derbi panas Jawa Timur yang menyedot perhatian di Stadion Surajaya, Sabtu (11/10) sore, keangkeran markas Laskar Joko Tingkir resmi dipatahkan oleh keberanian anak-anak The Lobster dari Deltras FC.
Pertandingan pekan lanjutan Grup B Championship Liga 2 2026/2027 ini berakhir dengan skor imbang 1-1, sebuah hasil yang terasa seperti pukulan telak bagi kubu tuan rumah.
Didukung oleh ribuan LA Mania yang membakar atmosfer stadion, Persela sejatinya tampil menekan dan mendominasi laga dengan penguasaan bola mencapai 62 persen. Namun, dominasi tersebut terbukti tak cukup untuk meredam mental baja skuad Deltras FC.
Persela sempat membusungkan dada usai mencetak gol di menit ke-54 melalui titik putih. Hadiah penalti yang dieksekusi dingin oleh legiun asing Persela membawa tuan rumah unggul 1-0 dan seolah-olah bakal mengunci poin penuh. Namun, kesombongan tuan rumah harus dibayar mahal di menit-menit kritis.
Saat kubu Persela sibuk bertahan demi mengamankan skor, petaka sesungguhnya datang menghantam di menit ke-88. Memanfaatkan kelengahan barisan belakang lawan, Ahmad Dwi Setiawan merangsek dan melepaskan tembakan mematikan yang mengoyak jaring gawang Persela.
Gol fantastis tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Persela yang tidak pernah kebobolan dalam 4 laga beruntun. Deltras FC resmi menjadi tim pertama musim ini yang berhasil menodai kesucian gawang Laskar Joko Tingkir.
Pelatih Kepala Deltras FC, Leonard Tupamahu, menegaskan bahwa mentalitas anak asuhnya menjadi kunci utama membungkam publik Lamongan.
”Persela memang tim besar dan gawang mereka belum pernah kebobolan dalam empat pertandingan terakhir. Atmosfer ribuan suporter di Surajaya sangat luar biasa, tapi kami datang bukan untuk menyerah. Alhamdulillah, kami membuktikan bahwa benteng terkuat pun bisa kami robohkan di rumah mereka sendiri,” tegas Leonard usai laga.
Tambahan satu poin dramatis ini semakin memantapkan posisi Deltras FC di papan atas klasemen sementara Grup B Championship Liga 2 2026/2027. Sementara bagi Persela Lamongan, hasil imbang di kandang sendiri menjadi peringatan keras bahwa dominasi penguasaan bola tidak ada artinya jika gagal menjaga fokus hingga peluit akhir.











