HeadlineNasional

70 Persen Wajah Baru, Deltras FC Ditantang PSIM: Chemistry atau Sekadar Janji?

×

70 Persen Wajah Baru, Deltras FC Ditantang PSIM: Chemistry atau Sekadar Janji?

Sebarkan artikel ini
Para pemain Deltras FC Sidoarjo berlatih keras jelang ujicoba melawan PSIM Yogyakarta / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Deltras FC belum mau terlena. Di tengah persiapan menuju laga uji coba kontra PSIM Yogyakarta, pelatih Leon

ard Tupamahu justru terus menggenjot pertandingan pemanasan. Bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi membangun satu hal yang saat ini menjadi pekerjaan rumah terbesar: chemistry tim.

Maklum, hampir 70 persen skuad Deltras musim ini dihuni pemain baru. Artinya, Leonard tidak hanya dituntut meracik strategi, tetapi juga menyatukan banyak kepala, karakter, dan gaya bermain yang belum sepenuhnya menyatu.

Setelah menghadapi Arema FC, Leonard memilih tidak langsung menggeber latihan berat. Dalam sesi Kamis pagi, recovery aktif menjadi prioritas sembari mengevaluasi sejumlah kekurangan yang terlihat dalam laga sebelumnya.

” Tadi pagi cuma ada aktivasi, finishing, terus sama ya tetap sama main bola gitu, possession dan rondo,” ujar Leonard saat ditemui di lapangan.

Dua hari ke depan pun dimanfaatkan untuk membedah permainan. Leonard melihat progres mulai terlihat, terutama dalam kombinasi antarlini ketika menghadapi Arema. Namun, ia sadar pekerjaan rumah masih menumpuk.

Leonard menyadari PSIM bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Musim lalu, Laskar Mataram berhasil mengamankan tiket promosi ke Liga 1. Bagi Deltras, menghadapi tim seperti PSIM justru menjadi kesempatan untuk mengukur kualitas skuad baru secara lebih nyata.

“PSIM tim yang bagus. Tahun kemarin mereka berhasil promosi. Pasti mereka punya pemain-pemain asing yang juga lumayan kualitas, lokalnya juga kualitas, pelatih mereka juga bagus, saya tahu,” kata Leonard.

Satu nama bahkan mendapat perhatian khusus: Zee Valente.Gelandang asal Portugal itu dinilai menjadi salah satu motor permainan PSIM di lini tengah. Leonard pun meminta anak asuhnya tidak memberikan ruang terlalu banyak kepada sang playmaker.

“Ada pemain bagus, penting di gelandang mereka ada Zee Valente yang harus kita waspadai juga. Jadi ya, PSIM tim yang bagus menurut saya.”

Peringatan itu jelas. Deltras tidak sedang menghadapi tim yang datang hanya untuk melengkapi agenda pramusim. Menariknya, Leonard tidak menjadikan hasil akhir sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Baginya, pertandingan melawan PSIM adalah laboratorium untuk menguji skuad baru, sekaligus memberi kesempatan kepada para pemain muda untuk mencicipi pertandingan dengan intensitas dan kualitas lawan yang lebih tinggi.

” Saya selalu bilang ini bagus buat kita, terutama buat para pemain-pemain muda. Mereka menambah jam terbang mereka, menambah pengalaman mereka,” ujarnya.

Persoalannya sederhana, tetapi tidak mudah: bagaimana membuat 70 persen wajah baru bermain seperti satu tim? Leonard mengakui proses tersebut masih berlangsung.

” Ini tim-tim baru, hampir bisa saya bilang hampir 70 persen semua pemain-pemainnya baru. Jadi mereka juga butuh chemistry, mereka butuh kebersamaan di dalam bermain. Butuh juga lawan-lawan yang menurut saya bagus supaya mereka juga nanti akan semakin percaya diri.

Pertandingan melawan Arema juga menjadi gambaran awal identitas permainan yang sedang dibangun Leonard. Kombinasi cepat antarpemain mulai diperlihatkan dan menjadi bagian dari pendekatan yang ingin terus dikembangkan.

“Tapi ya pasti itu sudah jadi gaya main kita. Saya harap anak-anak semakin berkembang dalam sisi teknikal, dalam sisi taktikal,” jelasnya.

Namun, gaya bermain tanpa kekompakan hanya akan menjadi teori di papan strategi. Karena itu, semakin dekat kompetisi resmi, semakin kecil pula ruang bagi kesalahan dan miskomunikasi.

“Saya harap nanti ketika semakin dekatnya kepada kompetisi nanti yang sesungguhnya, saya harap mereka sudah semakin kompak, semakin satu sama lain, semakin pengertiannya sudah terjalin di dalam lapangan. Sehingga apa yang jadi kekurangan kita saat ini mereka bisa perbaiki nanti di kompetisi nanti.” pungkas mantan pemain Persija tersebut