KaMedia – Banjir kembali menghampiri Desa Kendalpecabean Kecamatan Candi Sidoarjo,. Senin ( 20/1/2025 ). Hujan deras yang mengguyur Sidoarjo menyebabkan air dari beberapa sungai meluap dan imbasnya di kawasan Candi yang merupakan daerah rendah.
Banjir tersebut berdampak pada ribuan rumah di Desa Kendalpecabean. Kondisi paling parah terjadi di Perum. Alam Mutiara. Tinggi air yang mencapai lutut orang dewasa mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
” Ya dampak yang terasa banyak anak tidak bisa berangkat sekolah karena motor akan mogok jika melintas di area banjir ” ujar Wawan warga Alam Mutiara.
Selain itu fungsi MCK warga juga terganggu. Banyak warga yang resah dan bingung dengan situasi ini. Beruntung sejak semalam. BPBD Sidoarjo sudah turun ke lapangan. Sebanyak 5 MCK portable sudah ditempatkan di Perum Alam Mutiara.. Selain itu, Posko bantuan penanganann kebencanaan juga sudah didirikan.
” Kami mendapatkan perintah untuk turun ke Perum Alam Mutiara. Kami siapkan segala hal yang dibutuhkan para warga. Baik untuk menangani banjir atau hal darurat lainnya ” ujar Anita Frisca Dewi dari BPBD Sidoarjo.
Sementara itu tim kesehatan dari Pemkab Sidoarjo sejak semalam juga memantau situasi. Mereka hari juga akan berkeliling mendatangi warga untuk memantau kesehatannya. Karena meski air tinggi dan masuk ke. rumah, warga memilih bertahan.
” Tim kesehatan juga akan berkeliling selain juga melayani di posko ini ” lanjut Anita.
Kondisi banjir ini tidak terduga, Aminuddin dari BPBD Sidoarjo mengatakan bahwa cuaca ekstrem hujan deras dan angin diperkirakan terjadi bulan Februari, namun kenyataannya terjadi saat ini.
” Cuaca ekstrem juga menjadi faktor mas. Ternyata datangnya lebih cepat ‘ ujar Aminuddin.
Terhadap situasi ini, warga berharap ada solusi jangka panjang dan banjir tidak terjadi lagi ditahun depan Kalaupun terjadi segera surut seperti di Surabaya.
” Kami berharap ada solusi seperti Surabaya. Dulu Surabaya seperti ini, namun sekarang tertangani dengan baik ” pungkas Adit warga Alam Mutiara.











