EkonomiHeadlineJatim

Sambut Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan Bersama 850 Bunda Ojol dan 455 Jemaah Islamic Center Surabaya

×

Sambut Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Khofifah Berbagi Kebahagiaan Bersama 850 Bunda Ojol dan 455 Jemaah Islamic Center Surabaya

Sebarkan artikel ini

KaMedia –  Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Islamic Center Jawa Timur terasa berbeda, Selasa (17/2). Lantunan shalawat dan ayat suci Al-Qur’an mengalun lembut, menyambut ratusan langkah yang datang dengan harap dan doa. Di tengah suasana khidmat itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, melainkan sebagai sosok ibu yang menyapa, menguatkan, dan berbagi.

Sebanyak 850 Bunda Ojek Online (Ojol) dan 455 jemaah pengajian Islamic Center duduk bersisian, menyimak pesan yang disampaikan dalam kegiatan Marhaban Ya Ramadan. Bagi Khofifah, menyambut Ramadan bukan hanya soal menyiapkan hati untuk beribadah, tetapi juga memastikan rakyatnya memiliki kekuatan fisik dan mental untuk menjalaninya.

“Saya tahu pekerjaan panjenengan berat, harus membawa penumpang pagi, siang sampai sore. Tapi mudah-mudahan semuanya diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan baik,” ucapnya hangat, menatap para Bunda Ojol yang setiap hari berjuang di jalan demi keluarga.

Di hadapan mereka, Khofifah tak hanya menyampaikan ucapan selamat menyambut Ramadan. Ia menyalakan harapan. Ia mendoakan agar anak-anak mereka kelak bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, bahkan hingga doktor dan profesor dengan ilmu yang manfaat dan barokah.

Bagi Gubernur Khofifah, Ramadan adalah momentum memperkuat simpul-simpul solidaritas. Ia mengapresiasi peran muzakki dan mustahik dalam proses pengelolaan zakat, seraya mengingatkan bahwa amanah besar berada di pundak pengelola zakat agar penyalurannya tepat sasaran dan penuh tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, beragam bantuan disalurkan melalui Program Baznas Jatim. Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) diberikan kepada Aditya Angga, mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya, sebesar Rp2 juta per semester. Beasiswa juga diberikan kepada Felysia Tiara Lestari, siswi SMK Kawung 2 Surabaya.

Tak hanya pendidikan, penguatan ekonomi pun menjadi perhatian. Bantuan permodalan dan pembuatan outlet melalui program ZChiken, ZAuto, dan ZCoffee disalurkan kepada pelaku UMKM. Yuni Sulistyowati, penjual nasi pecel, menerima bantuan rombong untuk menunjang usahanya.

Basuki, penjual makanan, mendapat tambahan modal Rp1,5 juta. Bahkan, bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta diberikan kepada Syamsul Hadi dari Sidoarjo. Satu per satu bantuan itu bukan sekadar angka. Ia adalah simbol keberpihakan. Simbol bahwa negara hadir, terutama menjelang bulan penuh rahmat.

Kepada 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah, Khofifah juga membagikan paket sembako berisi beras, minyak, gula, mi instan, dan teh. Sederhana, namun sarat makna, agar Ramadan dapat dijalani dengan lebih tenang.

Acara kian syahdu saat tausiyah disampaikan Ketua Baznas Jatim, Ali Maschan Moesa. Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum, Nur Chamdani, mengingatkan pentingnya menjaga diri dari fitnah di era digital.

“Mari kita siapkan tiga hal. Bukan hanya sekadar mengatur perut, tetapi juga lisan dan hati kita,” pesannya, mengutip nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwa puasa hati lebih baik dari puasa lisan, dan puasa lisan lebih baik dari puasa perut.

Menjelang akhir acara, bukan hanya bantuan yang dibawa pulang para peserta. Mereka membawa semangat baru. Bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan perjalanan spiritual yang diperkuat oleh kepedulian dan kebersamaan.

Di bawah cahaya Ramadan yang segera datang, Khofifah menegaskan perannya: bukan hanya memimpin Jawa Timur secara administratif, tetapi juga menguatkan batin masyarakatnya. Karena bagi dirinya, kepemimpinan sejati adalah ketika doa, kebijakan, dan keberpihakan berjalan beriringan.