KaMedia – Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana 2026 di Surabaya, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi kebijakan dan mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Rakorda mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dan diikuti OPD KB kabupaten/kota, Bappeda, bagian organisasi daerah, serta jajaran BKKBN Jatim dan mitra kerja.
Plt. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Sukamto, menegaskan Rakorda menjadi forum evaluasi program sekaligus penyelarasan strategi 2026. Ia menyebut capaian Jawa Timur menunjukkan progres positif, dengan Total Fertility Rate (TFR) mencapai 1,96 dan angka stunting turun menjadi 14,7 persen dari di atas 17 persen pada 2023.
Selain itu, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD terus berjalan. Penyaluran melalui SPPG telah mencapai 64 persen, didukung 93.729 Tim Pendamping Keluarga yang terlibat di lapangan.
Sukamto menekankan percepatan penurunan stunting membutuhkan pendekatan lintas sektor. Faktor pernikahan usia dini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, seperti Tapal Kuda dan sebagian Malang Raya.
Mewakili Gubernur Jawa Timur, Asisten I Setdaprov Jatim Imam Hidayat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pusat, khususnya peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi antarinstansi.
Ia menambahkan, masih terdapat daerah yang memerlukan pendampingan intensif, sehingga sinergi antara OPD provinsi dan kabupaten/kota harus terus diperkuat.
Sementara itu, Kepala DP3AK Jatim Sufi Agustini menyebut penurunan stunting merupakan hasil kolaborasi lintas sektor melalui sosialisasi, edukasi, dan pendampingan keluarga. Ia optimistis angka stunting dapat terus ditekan, terutama melalui intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Rakorda ini diharapkan memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.











