HeadlinePemerintahanSidoarjo

Pacu Pelayanan Publik, Pemkab Sidoarjo Dobrak Budaya Inovasi Hingga Tingkat Kampung

×

Pacu Pelayanan Publik, Pemkab Sidoarjo Dobrak Budaya Inovasi Hingga Tingkat Kampung

Sebarkan artikel ini
Bupati Sidoarjo Subandi berharap inovasi pembangunan di Sidoarjo bisa dilakukan ditingkat bawah seperti desa atau kampung / Foto : Fifin Jun.

KaMedia – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memacu akselerasi pelayanan publik melalui pembenahan budaya inovasi secara masif. Langkah ini membuahkan hasil manis setelah jumlah penerima penghargaan inovasi daerah tahun ini melonjak signifikan dibanding tahun sebelumnya.

​Penyerahan penghargaan inovasi daerah tersebut berlangsung khidmat di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (15/10/2026).

​Bupati Sidoarjo Subandi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni angka, melainkan cermin dari tingginya antusiasme dan komitmen seluruh jajaran perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi warga.

“Di mana ada inovasi, di mana ada pelayanan. Alhamdulillah, ini luar biasa, setiap tahun grafik kenaikannya sangat bagus,” kata Subandi usai menyerahkan penghargaan.

Semangat kompetisi sehat ini, menurut Subandi, tidak lagi hanya didominasi oleh pejabat tingkat atas. Gelombang inovasi kini telah merambah hingga ke akar rumput masyarakat.

​”Semuanya berlomba-lomba memberikan yang terbaik. Mulai dari Kepala OPD, Kepala Bagian, Kepala Sekolah, hingga tingkat kampung melalui program Kampung Inovasi,” jelasnya.

​Kendati demikian, ia mewanti-wanti agar deretan inovasi yang diciptakan tidak berhenti di atas kertas atau sekadar pemenuhan beban administratif belaka.

​”Inovasi tidak boleh berhenti pada dokumen formalitas. Dampaknya harus konkret, berjangka panjang, dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Itu target utama kita,” tegas Subandi.

Tren positif di tingkat lokal ini sejalan dengan rentetan prestasi nasional dan regional yang disabet Kabupaten Sidoarjo. Salah satu yang paling menonjol adalah komitmen di bidang jaminan sosial ketenagakerjaan.

​Guna memperkuat capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo terus menggejot program perlindungan bagi pekerja rentan melalui skema “Satu ASN Satu Pekerja Rentan” yang terintegrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan.

​Melalui skema ini, setiap ASN didorong untuk menjadi orang tua asuh yang menanggung jaminan perlindungan sosial bagi satu pekerja rentan di sekitarnya, seperti pedagang kaki lima, buruh lepas, hingga pekerja sektor informal lainnya.

​Langkah ini menegaskan posisi Sidoarjo sebagai salah satu daerah percontohan di Jawa Timur maupun tingkat nasional dalam hal integrasi pelayanan publik dan perlindungan sosial masyarakat.