EkonomiHeadlineNasional

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Apresiasi Penyaluran Kredit TPAKD Tembus Puluhan Triliun

×

Dorong Ekonomi Kerakyatan, Presiden Prabowo Apresiasi Penyaluran Kredit TPAKD Tembus Puluhan Triliun

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari memberikan sambutan selalu tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta / Foto : OJK

KaMedia – Pemerintah secara masif terus memperluas akses pembiayaan rakyat hingga ke pelosok negeri. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di Jakarta, Kamis, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya atas capaian TPAKD yang kini telah terbentuk 100% di seluruh 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia.

​Presiden Prabowo menegaskan bahwa perluasan akses keuangan bukan sekadar angka atau slogan semata, melainkan instrumen nyata untuk mendongkrak daya beli dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Garis ekonomi kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil harus meningkat, setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegas Presiden Prabowo.

Sebagai langkah konkret ke depan, Presiden mengumumkan rencana penyaluran pembiayaan jumbo sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang. Dana ini diprioritaskan bagi petani, peternak, dan nelayan. Selain itu juga masyarakat perdesaan, daerah terpencil, dan wilayah tertinggal, pelaku UMKM serta masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.

​Hingga 2026, sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah telah membuahkan dampak ekonomi langsung, Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR). Menyalurkan Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur.

​Kredit Sektor Prioritas. Menyalurkan Rp5,41 triliun kepada 103 ribu debitur. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Mencapai 59,36 juta rekening (88,83% dari segmen pelajar nasional). Laku Pandai. Menjangkau 72.982 desa dan membawa sekitar 17 juta warga masuk ke sistem keuangan formal.

​Hal lain yaitu Percepatan Akses Periodik (Ags–Okt 2026), berupa penyaluran kredit produktif sebesar Rp53,15 triliun kepada lebih dari 2,1 juta debitur.​

Momen penting lain dalam Rakornas ini adalah penandatanganan Peraturan Pemerintah Nomor 42/2026 yang resmi mengubah Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menjadi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK).

​Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, perubahan ini menandai pergeseran fokus pemerintah: dari yang semula sebatas mendorong kepemilikan rekening bank, kini berfokus pada kesejahteraan keuangan keluarga sebagai unit ekonomi terpenting. Presiden Prabowo memimpin langsung DNKK ini untuk memastikan tiga fokus utama tercapai yaitu ketahanan kebutuhan keuangan yang berkualitas, ketahanan keluarga dalam menghadapi guncangan ekonomi dan rasa aman masyarakat dalam mengelola keuangan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa kehadiran langsung Presiden di Rakornas menunjukkan komitmen tertinggi pemerintah pusat. Pemerintah juga terus menyiapkan insentif fiskal bagi daerah yang inovatif dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan ekonomi warganya