KaMedia – Di balik gemerlapnya ambisi menyongsong Generasi Emas, ada bom waktu yang berdetak di ruang-ruang kelas Kabupaten Sidoarjo. Tekanan akademik yang kejam, jeratan perundungan (bullying), dan kecemasan sosial diam-diam meremukkan jiwa para pelajar kita. RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo akhirnya membongkar realitas pahit ini di hadapan ratusan remaja lewat talk show bertajuk “Didengar Itu Penting”, Sabtu (10/10/2026)
Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, M.Kes, tidak menutup-nutupi fakta mengkhawatirkan di lapangan. Kasus gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar, mulai dari kecemasan akut hingga depresi, menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.
”Kami ingin remaja bisa bercerita tanpa dihakimi dan tanpa disalahkan. Deteksi dini adalah kunci agar gangguan tidak berkembang lebih berat,” tegas dr. Prima.
Bukan rahasia lagi, banyak remaja terpaksa memendam luka sendirian karena ketakutan dicap “lemah” atau “lebay” oleh lingkungan sekitar. Stigma negatif terhadap orang yang berobat ke psikiater masih menjadi dinding tebal yang mematikan pertolongan pertama secara medis.
Menghadirkan tiga psikiater sekaligus, dr. Diana Caesaria, Sp.KJ, dr. Liana Nurhayati, Sp.KJ, dan dr. Yohana Avilla Destalia, Sp.KJ, RSUD R.T. Notopuro membedah akar masalah psikologis yang kerap diabaikan para orang tua dan guru.
dr. Diana mengingatkan bahwa remaja sering kali tidak membutuhkan petuah atau ceramah panjang lebar dari orang dewasa. Yang mereka butuhkan hanyalah telinga yang mau mendengar tanpa menghakimi.
dr. Liana dan dr. Yohana mengupas tuntas bagaimana overthinking akibat tekanan sekolah dan paparan media sosial memicu stres kronis. Tanpa support system yang sehat, mental remaja akan mudah runtuh.
Antusiasme meledak saat sesi interaktif dibuka. Ratusan pelajar tanpa ragu meluapkan pengalaman pahit mereka, mulai dari menjadi korban perundungan di sekolah hingga beban mental akibat tuntutan nilai akademik yang tidak masuk akal.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan jiwa masyarakat, RSUD R.T. Notopuro langsung mengambil langkah taktis dengan membuka layanan konsultasi gratis secara privat bagi para pelajar usai acara.
Pesan yang dibawa hari ini sangat telak: Sehat mental bukanlah sebuah keistimewaan, melainkan hak mutlak setiap manusia, termasuk para remaja. Sudah saatnya kita berhenti mengabaikan teriakan batin generasi muda sebelum semuanya terlambat











