KaMedia – Tak semua cerita cinta berakhir manis, setidaknya itulah yang dirasakan Intan Anggraeni (28), warga Polehan, Blimbing, Kota Malang. Jika banyak orang mengenang malam pertama sebagai momen sakral, bagi Intan, justru malam itu menjadi titik balik yang menggelitik sekaligus getir.
Semua bermula dari pertemuan singkat di sebuah kafe di Batu, Februari 2026 lalu. Seperti skenario romansa kilat, Intan dan Rey, nama yang belakangan jadi perbincangan, langsung klik. Obrolan nyambung, perhatian intens, dan janji masa depan yang terdengar meyakinkan. Dalam hitungan minggu, keduanya mantap melangkah ke pelaminan pada 3 April 2026.
Rey, yang dikenal sebagai Erfastino Reynaldi Malawat (36), tampil bak sosok pria ideal, berpenampilan maskulin, suara berat, dan penuh rencana besar. Dari rumah mewah hingga ajakan ke luar negeri, semua terdengar seperti paket lengkap yang sulit ditolak.
Namun, seperti plot twist dalam film, kenyataan muncul di waktu yang paling tak terduga, malam pertama. Di saat itulah Intan menyadari bahwa sosok yang ia nikahi bukanlah pria seperti yang selama ini ia yakini. Fakta tersebut sontak mengubah suasana bahagia menjadi kepanikan. Tangis pecah, keluarga dipanggil, dan kisah cinta yang baru seumur jagung itu pun runtuh seketika.
Yang lebih mencengangkan, Rey diduga menggunakan berbagai cara untuk menyempurnakan penyamarannya, termasuk alat bantu yang membuat identitasnya makin sulit terdeteksi. Ditambah lagi, latar belakangnya yang samar, mengaku dari Jakarta tanpa keluarga yang hadir, membuat cerita ini semakin penuh tanda tanya.
Tak ingin berlama-lama dalam kebingungan, Intan bersama keluarganya melapor ke pihak berwajib. Sejumlah dokumen yang diduga palsu ikut diserahkan sebagai bukti. Dari sini, cerita berkembang bukan hanya soal penipuan identitas, tapi juga kemungkinan yang lebih serius.
Pendamping hukum Intan bahkan mencium adanya indikasi lain yang patut diwaspadai, termasuk dugaan yang mengarah pada praktik perdagangan orang. Apalagi, sebelumnya Rey sempat mengajak Intan membuat paspor dengan dalih perjalanan ke Kamboja.
Kisah ini pun menjadi pengingat, bahwa di balik janji manis dan penampilan meyakinkan, selalu ada ruang untuk waspada. Karena terkadang, yang tampak nyata belum tentu sepenuhnya benar. Dan dalam kasus Intan, cinta yang datang cepat, ternyata juga pergi dengan cara yang tak kalah mengejutkan.











