KaMedia – Menghadapi musim kemarau panjang yang berdampak pada ribuan warga, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyalurkan bantuan air bersih dan sarana penampungan air di Dusun Gagan, Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, Rabu (21/10).
Dalam kunjungan yang didampingi Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono tersebut, Pemprov Jatim dan Pemkab Ngawi menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah krisis air.
Di Dusun Gagan sendiri, kekeringan melanda sedikitnya 196 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 350 jiwa. Keringnya sumur-sumur warga membuat mereka harus menggantungkan kebutuhan harian dari pasokan armada tangki air.
” Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus kita upayakan tetap terpenuhi. Kami ingin memastikan masyarakat terdampak mendapatkan layanan distribusi air bersih. Pada saat yang sama, langkah mitigasi harus disiapkan secara lebih komprehensif karena kemarau kali ini berlangsung lebih panjang,” ujar Khofifah Indar Parawansa.
Guna menyokong pasokan harian di lokasi, Pemprov Jatim menyiagakan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter, dua tandon utama, dua tandon lipat, serta 100 jeriken.
Secara keseluruhan, total bantuan yang dialokasikan Pemprov Jatim untuk penanganan kekeringan di Kabupaten Ngawi mencapai Rp307.115.065, mencakup operasional distribusi air bersih, 25 tandon berkapasitas 1.200 liter, 420 jeriken, serta 200 lembar terpal.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, kekeringan di Ngawi saat ini telah berdampak pada 1.624 KK (4.723 jiwa) yang tersebar di 22 desa pada 7 kecamatan.
Tak sekadar menyalurkan bantuan darurat, Khofifah juga mendorong penyelesaian masalah secara permanen. Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menguji potensi sumber air alternatif yang terdeteksi berjarak sekitar dua kilometer dari Dusun Gagan.
”Kalau memang ada sumber air yang relatif dekat, perlu kita cek kondisi dan potensi pemanfaatannya. Harapannya kita tidak hanya mengandalkan distribusi bantuan, tetapi juga menyiapkan solusi yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Secara regional, hingga 15 Oktober 2026, terdapat 25 kabupaten/kota di Jawa Timur yang membutuhkan bantuan suplai air bersih. Mengingat prakiraan BMKG menyebutkan intensitas hujan baru akan meningkat pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027, langkah mitigasi intensif terus digenjot.
Langkah-langkah strategis Pemprov Jatim meliputi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan. Pendekatan Spiritual (Salat Istisqa’). Melalui surat edaran, Pemprov Jatim mengimbau masyarakat, pesantren, ormas Islam, DMI, hingga MUI untuk menggelar Salat Istisqa’ secara berjamaah, termasuk selepas Salat Jumat.
Di samping penanganan kekeringan, Gubernur Khofifah turut mengimbau kewaspadaan terhadap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Berkat kerja keras tim gabungan, titik panas (hotspot) di Jawa Timur berhasil ditekan secara drastis dari lebih dari 600 titik menjadi 92 titik.
Di tengah dinamika lapangan, Khofifah menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya lima orang relawan saat berjuang memadamkan karhutla di kawasan Bromo, serta mendoakan kesembuhan bagi satu relawan yang masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
”Kita turut berduka atas wafatnya para relawan yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. Keselamatan dan keamanan tim relawan yang menangani karhutla harus selalu menjadi prioritas utama,” ungkap Khofifah penuh haru.
Kehadiran bantuan ini membawa senyum dan kelegaan bagi warga Dusun Gagan yang telah berjuang melawan kekeringan sejak Juni lalu. Purwati (39), salah satu warga setempat, mengaku sangat terbantu.
”Semua orang mencari air, sumur pun sudah tidak ada airnya. Satu sampai dua hari biasanya selalu datang bantuan air. Alhamdulillah, matur nuwun sanget atas bantuanipun dan atas kehadiran Ibu Khofifah,” ucap Purwati dengan waut wajah lega.
Senada dengan Purwati, Sarmi (50) juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Semua di sini sudah habis airnya. Alhamdulillah, senang banget atas bantuan dari Ibu Khofifah. Terima kasih nggih, Bu Khofifah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan koordinasi erat antara BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten, hingga pemerintah desa, Pemprov Jatim berkomitmen memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat terdampak tetap terjaga hingga musim penghujan tiba.











