HeadlineJatim

​Menelusuri Jejak Mahfudz at-Tarmasi: Gubernur Khofifah Pilih Pesantren Tertua di Pacitan Untuk Peringatan Hari Santri 2026

×

​Menelusuri Jejak Mahfudz at-Tarmasi: Gubernur Khofifah Pilih Pesantren Tertua di Pacitan Untuk Peringatan Hari Santri 2026

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Suara dentum drum band dan bentangan bendera Merah Putih sepanjang 178,45 meter menghiasi halaman Perguruan Islam Pondok Pesantren at-Tarmasi (Pondok Tremas), Pacitan, Kamis (22/10/2026). Di pesantren tertua yang berdiri sejak 1830 ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Upacara Peringatan Hari Santri Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

​Pemilihan Pondok Tremas bukan tanpa alasan. Tempat ini merupakan jembatan sejarah keilmuan Islam dunia. Di sinilah lahir Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, ulama besar asal Nusantara yang pernah menjadi guru besar dan mengajar di Masjidil Haram, Makkah. Karya-karyanya di bidang hadis dan fikih hingga kini menjadi rujukan utama cendekiawan Muslim global.

Uniknya, dari rahim keilmuan Syekh Mahfudz at-Tarmasi inilah lahir tokoh-tokoh kunci perjuangan bangsa. Pendiri Nahdlatul Ulama (Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah) serta pendiri Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan) tercatat pernah berguru kepada beliau.

​“Inilah kekuatan mendasar mengapa kita memperingati Hari Santri di sini. Tradisi keilmuan Tremas terhubung langsung dengan para pendiri NU dan Muhammadiyah. Persaudaraan santri beliau menjadi pioneer yang menyatukan umat dan bangsa dalam bingkai hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman),” ujar Gubernur Khofifah.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Gubernur Khofifah menyampaikan tiga pesan strategis bagi generasi muda pesantren yaitu unggul ilmu, kokoh akhlak. Santri masa kini diimbau tidak hanya mendalami agama, tetapi juga menguasai sains, teknologi, bahasa asing, hingga kecerdasan buatan (AI).

​“Kedalaman ilmu agama harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi. Santri harus siap menghadapi transformasi digital tanpa kehilangan adab dan nilai luhur pesantren,” tegas Khofifah.

Pesan selanjutny adalah mandiri, kreatif, dan solutif. Latar belakang pesantren tak boleh membatasi cita-cita. Santri didorong menjadi wirausahawan, ilmuwan, hingga pemimpin yang peduli lingkungan sekitar.

​Dan pesan ketiga untuk santri dari Gubernur Khofifah adalah merawat persatuan dan cinta tanah air. Mengingat kembali spirit Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dikobarkan KH. Hasyim Asy’ari, Khofifah mengajak santri terus menjaga ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, dan basyariyah.

Tak sekadar retorika, Pemprov Jatim berkomitmen memperkuat ekosistem pesantren melalui Regulasi Perda No. 3/2022 dan Pergub No. 43/2023.

​Di sektor ekonomi, program flagship One Pesantren One Product (OPOP) hingga semester I-2026 telah berhasil menjangkau 1.620 pondok pesantren melalui tiga pilar utamanya: Santripreneur, Pesantrenpreneur, dan Sociopreneur. Langkah ini membuktikan bahwa pesantren kini menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi umat.

​Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyambut hangat pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama RI guna memperkuat sinergi pusat dan daerah

​Turut hadir dalam jajaran tamu undangan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Pengasuh Pondok Tremas KH. Luqman Harist Dimyathi, jajaran Forkopimda, serta Kepala OPD Provinsi Jawa Timur.

​“Dari bumi Jawa Timur, kita kirimkan pesan bahwa dari pesantren akan terus lahir generasi berakar keilmuan kuat, berkarakter mulia, dan siap berkiprah di panggung global,” pungkas Khofifah