EkonomiHeadlineJatim

Sapa Pengemudi Ojol di Malang, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis dan Minta Masyarakat Tak Panic Buying

×

Sapa Pengemudi Ojol di Malang, Gubernur Khofifah Bagikan BBM Gratis dan Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Gubernur Khofifah membagikan total 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online di Malang / Foto : Pemprov Jatim

KaMedia – Di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap ketersediaan BBM dan antrean di sejumlah SPBU, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyapa para pekerja sektor informal di Kota Malang, Sabtu (17/10) malam.

​Bertempat di SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, Blimbing, Gubernur Khofifah membagikan total 300 liter BBM gratis kepada 100 pengemudi ojek online (ojol). Masing-masing pengemudi menerima tiga liter BBM sebagai bentuk perhatian Pemprov Jatim untuk meredam beban biaya operasional harian mereka.

​Aksi sosial ini sekaligus memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung semangat “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.

Menanggapi fenomena antrean panjang di beberapa titik, Khofifah mengimbau masyarakat agar tidak panik (panic buying). Berdasarkan hasil rapat koordinasi Pemprov Jatim bersama PT Pertamina Patra Niaga, pasokan BBM hingga 31 Oktober mendatang dipastikan aman.

​Bahkan, kapal pengangkut BBM impor telah merapat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, disusul kedatangan kapal berikutnya pada 25 Oktober.

​”Stok dari Pertamina sebenarnya aman. Harapan kita, masing-masing SPBU mendistribusikan BBM sesuai proporsi data kebutuhan wilayah. Mari bersama-sama memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujar Khofifah.

Kota Malang memiliki dinamika unik sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata dengan mobilitas mahasiswa serta wisatawan yang tinggi. Khofifah menyebut, pasokan BBM ke beberapa SPBU di Malang sebenarnya telah melebihi kuota. Namun, evaluasi lapangan tetap dilakukan guna memetakan lonjakan konsumsi secara aktual.

​Khofifah juga memperingatkan oknum-oknum yang memanfaatkan situasi dengan modus pengisian tangki berlebihan untuk dijual kembali. Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian (Kapolda Jatim hingga Kapolri) untuk mengawal ketat distribusi BBM.

​”Kita harus menghindari panic buying, apalagi jika ada indikasi membeli menggunakan tangki modifikasi lalu disedot untuk dijual kembali. Pemerintah hadir untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan mencegah penyelewengan,” tegas Khofifah.