HeadlineJatim

Duka Mendalam Untuk Pahlawan Bromo: Gubernur Khofifah Sampaikan Belasungkawa dan Santunan Bagi Keluarga Korban Karhutla

×

Duka Mendalam Untuk Pahlawan Bromo: Gubernur Khofifah Sampaikan Belasungkawa dan Santunan Bagi Keluarga Korban Karhutla

Sebarkan artikel ini

KaMedia – Gugurnya empat pejuang lingkungan dalam tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyelimuti Jawa Timur dengan duka mendalam. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan para petugas dan relawan yang bertaruh nyawa di garis depan pemadaman.

​Empat sosok pemberani yang gugur saat menjalankan tugas mulia tersebut meliputi dua petugas Balai Besar TNBTS, Sukaris dan Hendra Rony Wagiyanata, serta dua relawan muda dari karyawan hotel setempat, Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19).

“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mereka adalah pejuang garda terdepan yang berdedikasi tinggi demi melindungi alam dan keselamatan kita bersama. Pengabdian mereka akan selalu kita kenang,” ujar Khofifah penuh haru di Surabaya, Jumat (16/10).

​Sebagai wujud kepedulian dan wujud simpati Pemprov Jatim, bantuan santunan sebesar Rp10 juta akan disalurkan kepada masing-masing keluarga korban yang ditinggalkan.

​“Kami menyadari bantuan materi tak akan pernah bisa menggantikan hadirnya insan-insan tercinta. Namun, kami berharap perhatian ini dapat sedikit meringankan beban dan menjadi penyokong semangat bagi keluarga yang ditinggalkan dalam melewati masa-masa sulit ini,” tambah Khofifah.

Selain menyampaikan doa bagi korban yang tutup usia, Gubernur Khofifah juga mendoakan pemulihan cepat bagi para personel pemadam yang mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis.

Tragedi ini menjadi pengingat keras akan besarnya risiko lapangan dalam penanggulangan karhutla. Khofifah menekankan agar standar keselamatan (safety procedure) dan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca serta pergerakan api selalu menjadi prioritas utama bagi seluruh tim gabungan di lapangan.

​Mengingat Bromo merupakan salah satu bentang alam paling berharga milik Indonesia, Khofifah mengimbau masyarakat luas untuk bahu-membahu menjaga kelestarian hutan dan mencegah potensi kebakaran di masa mendatang.

​“Bromo adalah kebanggaan kita bersama. Menjaganya bukan hanya tugas petugas di lapangan, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Semoga musibah ini menguatkan kepedulian kita terhadap alam, sekaligus memperketat perlindungan bagi para pahlawan bencana yang mempertaruhkan keselamatan mereka,” tutupnya.