KaMedia – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo terus mendorong percepatan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) demi mewujudkan komitmen Sidoarjo Asri. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjaga keseimbangan lingkungan di tengah masifnya pembangunan infrastruktur wilayah.
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdilah Nasih, menegaskan bahwa penataan lingkungan hidup harus menjadi salah satu prioritas utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, bersanding dengan sektor krusial lainnya.
”Masih banyak sekali pekerjaan rumah yang ada, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur. Karena itu, ketika ada rencana penataan dan perluasan RTH dari pemerintah, kami sangat mengapresiasi dan berharap ini benar-benar terwujud,” ujar Abdilah Nasih, Jumat (9/10).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyoroti sejumlah taman kota di pusat Sidoarjo yang dinilai membutuhkan penataan ulang agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal oleh masyarakat. Ia meminta DLHK segera melakukan pendataan komprehensif serta pemetaan pemanfaatan lahan potensial di seluruh wilayah Sidoarjo.
”Prinsipnya, teman-teman di DLHK harus punya data matang mengenai seluruh taman kota maupun lahan yang ada di Sidoarjo. Petakan fungsinya dan tentukan rencana pemanfaatannya ke depan,” tegasnya.
Menurut Nasih, langkah ini sangat krusial mengingat persentase tutupan hijau di Sidoarjo saat ini masih tergolong kurang. Kehadiran hutan kota dan penambahan tutupan lahan hijau berperan penting sebagai paru-paru daerah yang menyaring polusi serta menjaga kestabilan ekosistem.
Tidak mungkin sebuah kota hanya dipenuhi bangunan beton tanpa adanya ruang hijau penyeimbang. Hutan kota ini vital sebagai paru-paru kota,” jelasnya.
Tak sekadar mempercantik ruang publik, DPRD Sidoarjo juga mengusulkan agar peremajaan taman diikutsertakan dengan penanaman berbagai varietas tanaman langka. Kehadiran tanaman khas seperti pohon kepel, sawo kecik, hingga kecapi diharapkan dapat memberikan nilai edukasi bagi generasi muda.
”Di samping dipercantik, varietas tanamannya perlu ditambah, khususnya jenis-jenis yang mulai langka seperti kepel, sawo kecik, dan kecapi. Ini penting sebagai sarana edukasi bagi anak cucu kita mendatang,” pungkas Nasih.











