KaMedia – Sebanyak 14 jenazah kembali dievakuasi dari bangkai KM Virgo oleh tim penyelam gabungan pada hari ke-12 pencarian, Kamis (24/9/2026). Hingga kini, total 150 penumpang telah ditemukan, sementara 93 lainnya masih dalam pencarian.
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama (Laksma) Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, dari total 243 penumpang yang tercatat dalam manifest, sebanyak 42 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 108 lainnya selamat.
” Jika merujuk pada manifest yang kami terima, 243 total penumpang itu, 150 ditemukan, 93 dalam pencarian, dan 42 meninggal, 108 selamat,” ujar Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kamis malam.
Penyelaman ke dalam bangkai kapal masih menjadi strategi utama untuk menemukan korban yang diduga kuat masih terjebak di dalam kapal. Operasi bawah air melibatkan tiga tim penyelam, yakni Basarnas Special Group (BSG), Kopaska TNI AL, dan Jasalindo.
” Untuk kegiatan dan strategi saya kira tidak akan berubah. Kita tetap memaksimalkan upaya penyelaman,” kata Yudhi.
Namun, operasi di sekitar bangkai KM Virgo bukan tanpa risiko. Posisi kapal yang cenderung bergeser dan bergerak menjadi ancaman bagi keselamatan penyelam.
Karena itu, Yudhi menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap operasi bawah air.
“Sehingga bagaimanapun operasi bawah air yang kita laksanakan ini, kita tetap mengutamakan keselamatan penyelam,” ujarnya.
Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca dan perairan juga relatif mendukung proses penyelaman. Air yang jernih dan arus yang rendah membuat jarak pandang serta pergerakan penyelam di sekitar bangkai kapal menjadi lebih mudah.
“Tadi pagi itu tim penyelam turun, kondisi air jernih, bening, dan arus juga relatif rendah. Terlepas dari kondisi angin dan gelombang di permukaan, tapi saat turun ke bawah kondisinya sangat menguntungkan penyelam,” tutur Yudhi.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya mengalami kecelakaan di Perairan Kalimantan Selatan saat dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Memasuki hari ke-12 operasi, tim SAR gabungan masih terus menyisir bangkai kapal dan area sekitarnya. Penyelaman dilakukan secara intensif untuk mengevakuasi korban yang masih berada di dalam kapal, sementara 93 penumpang lainnya masih dinyatakan hilang.











